Ajang Indonesia Open 2018 Berakhir, Raihan Dua Gelar Sudah Lampaui Target PBSI

0
177
Selain Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Indonesia juga meraih gelar juara Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, lewat duet ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (Pras/NYSN)
Selain Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Indonesia juga meraih gelar juara Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, lewat duet ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ajang Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, di Istora Senayan, Jakarta, berakhir pada Minggu (8/7). Pada turnamen bulutangkis terbaik di dunia itu, Indonesia sukses meraih dua gelar juara.

Yakni sektor ganda putra lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menang atas wakil Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko, 21-13 dan 21-16. Dan duo campuran melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menyingkirkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-17 dan 21-8.

Sedangkan titel tunggal putra disabet Kento Momota (Jepang) yang mengatasi Viktor Axelsen (Denmark), 21-14 dan 21-9. Lalu, tunggal putri asal China Taipeh, Tai Tzu Ying mencetak prestasi setelah menghempaskan Chen Yu Fei (China), 21-23, 21-15, dan 21-9.

Related :  Taklukkan Merpati Bali, Surabaya Fever Kampiun Srikandi Cup 2017-2018

Jepang juga membukukan gelar kampiun di ganda putri, setelah menghadirkan ‘All Japan FInal’, yang dimenangkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota atas kompatriotnya, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, 21-14, 16-21, dan 21-14.

Achmad Budiarto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), mengatakan dua gelar yang diraih wakil Indonesia di ajang Indonesia Open 2018 melebih target yang ditetapkan PBSI.

“Sebelum turnamen ini digelar Kabid Binpres (Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi/Susy Susanti) menargetkan satu gelar. Tapi, Indonesia berhasil meraih dua gelar. Ini berarti melebihi target awal,” ujar Budiarto, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7).

Menurutnya, hasil ini juga bisa menjadi gambaran untuk menghadapi Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September. “Ini menjadi gambaran peta di Asian Games sekaligus tantangan berat juga buat kami. Terlebih yang digunakan juga venue baru,” tukas Budiarto. (Adt)

Related :  LIMA Badminton EJC Surabaya Subconference 2018 Usai, Dua Tim Debutan Gemilang

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of