Dua atlet triatlon Indonesia sabet emas-perak kejuaraan Asia junior

Asia Triathlon Junior Cup 2026

Dua atlet triatlon Indonesia, Keanan Roland dan Mauriska Azizah, berhasil membawa pulang medali emas dan perak kejuaraan Piala Asia Junior Triatlon 2026 di Kampar, Perak, Malaysia, Sabtu. Keanan meraih medali emas nomor Sprint Thriatlon Elite Putra, sedangkan Mauriska mengamankan perak Sprint Triathlon Elite Putri, demikian lansiran KONI. Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat, Marciano Norman mengapreasi keberhasilan kedua atlet triatlon Indonesia meraih medali kejuaraan tersebut, serta kerja keras Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia Armand van Kempen atas prestasi itu. “Saya berharap prestasi yang diraih hari ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet triatlon Indonesia lainnya untuk meraih prestasi di kancah internasional, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pola pembinaan demi pencapaian yang lebih membanggakan,” kata Marciano. Keanan meraih medali emas di nomor yang ia ikuti mengungguli wakil Filipina Darell Bada yang memperoleh perak dan peraih perunggu asal Arab Saudi, Feher Moussa. Sedangkan Mauriska menaiki podium kedua Sprint Triathlon Elite Woman bersama dua atlet Rusia Elizaveta Polianskaia dan Anatasiia Romanenko yang masing-masing meraih medali emas dan perunggu.

Jonatan Christie dan Regenerasi Tunggal Putra di Polytron Indonesia Open ’26

Polytron Indonesia Open ’26 berlangsung sejak 2 sampai 7 Juni 2026 di Istora Senayan. Acara tersebut berhasil menghidupkan gairah ribuan pecinta bulutangkis Indonesia dan manca negara. Mulai dari test drive mobil listrik Polytron, apparel Victor yang sold out, panggung musik, dan berbagai macam kuis terlihat megah dan dipadati pengunjung. Apalagi pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie berhasil menembus final. Walau Jonatan Christie dikalahkan wakil Kanada Victor Lai dengan skor 19-21;8-21 ia tetap atlet kebanggaan pecinta olahraga bulutangkis Indonesia. Terbukti dengan bergemuruhnya Istora Senayan di tiap smash dan poin yang didapatkan oleh Jonatan Christie. He is still pride of our nation. Tidak dipungkiri prestasi Jonatan menginspirasi banyak pemain muda calon bintang bulutangkis Indonesia mendatang. Dalam sesi wawancara setelah pertandingan Jonatan menyebutkan bahwa dirinya sekarang menatap kejuaraan dunia dan Asian Games. Menurutnya regenerasi pemain bulutangkis tunggal putra banyak yang kualitasnya sangat baik. Sekarang Jonatan merasa perlu kerja lebih keras lagi karena negara yang dulunya tidak diperhitungkan sekarang telah menjadi kandidat juara yang baik.

Piala AFF U19: Indonesia Bantai Myanmar Di Laga Pertama

Arkhan Kaka

Timnas U-19 Indonesia meraih hasil positif pada laga perdana Grup A ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin 1 Juni 2026. Tiga poin ini membawa Garuda Muda menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi tiga poin, berada di bawah Vietnam yang juga meraih kemenangan pada pertandingan sebelumnya atas Timor Leste dengan skor 3-0. Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia berupaya mengambil inisiatif serangan. Meski demikian, Myanmar mampu memberikan perlawanan yang membuat pertandingan berlangsung cukup ketat, terutama sepanjang babak pertama. Peluang pertama Indonesia hadir melalui sepakan jarak jauh Zinadein Zidan Ardiansyah. Namun, upayanya masih belum menemui sasaran. Pada menit ke-34, Garuda Muda kembali mengancam lewat sundulan Arkhan Kaka yang memanfaatkan umpan lambung Reno Salampessy. Bola masih membentur tiang gawang sehingga skor belum berubah. Usaha Indonesia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38. Arkhan Kaka berhasil memaksimalkan umpan yang mengarah ke kotak penalti dan menuntaskannya menjadi gol. Keunggulan 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga turun minum. Menjelang akhir babak pertama, Myanmar sempat memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas Thura Min Thant. Namun, bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Indonesia. Memasuki babak kedua, Myanmar tampil lebih agresif dan beberapa kali mencoba menekan pertahanan Indonesia. Salah satu peluang terbaik mereka tercipta pada menit ke-66 ketika Sai Bo Bo Kyaw melakukan penetrasi dari lini tengah sebelum melepaskan tembakan dari jarak dekat. Kiper Dafa Al-Gasemi tampil sigap untuk mengamankan gawang Indonesia dari kebobolan. Di tengah meningkatnya intensitas serangan Myanmar, Indonesia berhasil menambah keunggulan pada menit ke-79 melalui Dimas. Gol tersebut berawal dari tekanan yang dilakukan terhadap kiper Myanmar, Sai Khant Min Nyo. Bola yang gagal diamankan dengan sempurna kemudian dimanfaatkan Dimas untuk mencetak gol kedua Indonesia. Dimas kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-87. Menerima bola di dalam kotak penalti, ia mampu menyelesaikan peluang dengan baik untuk membawa Indonesia unggul 3-0. Hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skuad asuhan Nova Arianto pun menutup laga pembuka dengan kemenangan meyakinkan dan mengamankan tiga poin penting dalam persaingan Grup A.

Aldila Sutjiadi Runner-up Maroko Open 2026

Aldila Sutjiadi, Vera Zvonareva, Eudice Chong, Magali Kempen - Morocco Open 2026

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, menjadi runner-up Maroko Open 2026 seusai kalah pada babak final ajang WTA 250 Rabat, Jumat. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas bangkit menyamakan kedudukan namun tak mampu menghalau Magali Kempen/Eudice Chong pada super tie-break hingga terpaksa menyerah dengan 3-6, 6-2, 6-10, demikian WTA. Sukses mendapatkan satu ace dengan catatan bersih dari kesalahan ganda tidak cukup bagi Aldila/Vera untuk menaklukkan Kempen/Chong yang sedang dalam performa terbaik mereka. Pasangan Belgia/Hong Kong itu memasukkan 81,8 persen servis pertama mereka, menyelamatkan lebih banyak break point untuk merebut set pertama. Aldila/Vera bangkit pada set kedua dengan memenangi tiga gim beruntun. Memimpin dengan 4-1, mereka sempat tercuri satu gim tetapi mampu mengambil alih permainan untuk memaksa ke super tie-break. Laga berjalan sengit ketika kedudukan imbang 4-4. Namun, Kempen/Chong, yang unggul dari segi servis pertama dengan catatan 87,5 persen, kemudian memimpin dengan 7-5, lalu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan. Perjalanan Kempen/Chong dalam meraih gelar terbilang mulus tanpa menjalani super tie-break, termasuk saat berhadapan dengan unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva pada semifinal. Sementara itu, sebagai unggulan pertama Aldila/Vera melakoni tiga laga sengit super tie-break selepas babak pertama untuk menjadi runner-up ajang lapangan tanah liat pemanasan Roland Garros tersebut. Bagi Aldila, menjadi finalis Maroko Open 2026 merupakan langkah terjauh musim ini. Ia mencapai perempat final WTA 250 Auckland dan WTA 250 Hobart pada awal tahun, juga perempat final WTA 1000 Madrid akhir bulan lalu. Menjadi runner up WTA 250 Rabat memperpanjang daftar capaian Aldila sebagai empat kali finalis ajang WTA Tour, yakni di WTA 500 Guadalajara 2025 bersama Giuliana Olmos, WTA 500 Strasbourg 2024 bersama Asia Muhammad, WTA Elite Trophy Zhuhai 2023 dan WTA 250 Hamburg 2022 bersama Miyu Kato.

Desak Made bawa pulang satu-satunya medali dari Wujiang

World Climbing Series Wujiang 2026

Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, tampil sebagai pelipur lara alias menjadi satu-satunya atlet yang membawa pulang medali bagi Merah Putih dari World Climbing Series Wujiang 2026, China. Dalam putaran final yang diselenggarakan pada Minggu, dia berhasil merebut medali perunggu dalam perebutan tempat ketiga (small final) nomor speed individu putri setelah mengalahkan wakil Polandia Natalia Kalucka. Perempuan asal Bali itu mencatatkan waktu 6,17 detik, sedangkan lawannya 6,39 detik. Sementara medali emas diraih oleh atlet Polandia Aleksandra Kalucka seusai menundukkan Elizaveta Ivanova dalam babak final (big final). Ivanova merupakan atlet netral individu (AIN) yang diizinkan bertanding secara netral, tanpa mewakili negaranya. Atlet itu tidak menggunakan bendera atau lagu kebangsaan negaranya. AIN mayoritas berasal dari Rusia dan Belarus, yang bertanding tanpa identitas nasional. Sementara itu, setelah lolos dari babak kualifikasi, Desak berjuang dalam putaran final atau babak 16 besar dengan melawan rekan senegara yakni Rajiah Sallsabillah. Desak berhasil menang setelah mencatatkan waktu 6,36 detik sedangkan Rajiah 6,53 detik. Perjuangan berlanjut ke perempat final. Saat itu dia melawan wakil Amerika Serikat (AS) Isis Rothfork. Atlet berumur 25 tahun itu kembali menang dengan mencetak 7,61 detik, sedangkan lawannya tercatat fall atau tidak berhasil menorehkan waktu. Perjuangan dia berlanjut ke semifinal. Namun justru babak itu menjadi langkah terakhir Desak di turnamen tersebut. Dia kalah melawan wakil Polandia Aleksandra Kalucka. Desak memperoleh 6,33 detik, sedangkan lawannya 6,09 detik. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing (PP FPTI) mengirim sebanyak sembilan atlet disiplin speed untuk mengikuti World Climbing Series Wujiang 2026. Sembilan atlet itu terbagi atas lima di sektor putra dan empat putri.

HSBC jadi ajang pembinaan dan pengembangan bola basket pelajar

High School Basketball Championship

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Ratana Arya menyatakan High School Basketball Championship (HSBC) 2026 menjadi wadah untuk pembinaan pengembangan bola basket pelajar SMA di Tanah Air. Menurut dia, ajang itu memberi kesempatan atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding guna memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Bola Basket Asia Pasifik U18 di Singapura, karena mempertemukan tim-tim atau sekolah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. “HSBC ini bagus karena memberikan kesempatan kepada seluruh pebasket di SMA untuk bermain dan menambah jam terbang,” kata Ratana dalam konferensi pers persiapan penyelenggaraan HSBC 2026, di Media Centre Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Jakarta, Senin. Dia menjelaskan, semakin sering atlet muda tampil dalam turnamen berkualitas, maka semakin besar peluang mereka berkembang dan siap bersaing pada level internasional. Ajang itu, lanjut dia, juga bisa menjadi bagian dari pembinaan berjenjang yang mempertemukan atlet potensial dengan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif. Sekretaris Jenderal Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Bayu Rahadian menambahkan organisasinya mendukung penuh penyelenggaraan HSBC, sebagai wadah bagi pebasket muda untuk mengukir prestasi dan membawa nama Indonesia. “Bapopsi mendukung penuh penyelenggaraan HSBC karena ini kegiatan yang menjadi wadah pebasket muda membela Indonesia di ajang internasional,” ujar dia. HSBC 2026 Road to Asia Pacific akan berlangsung di MS Sport Arena BSD, Tangerang Selatan, pada 13-17 Mei, dengan melibatkan 10 tim dari delapan sekolah pada kategori putra dan putri. Tim juara putra dan putri akan mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Bola Basket Asia Pasifik di Singapura, pada 22-28 Juni 2026 yang diikuti total 24 tim u-18. Total tim tersebut terbagi atas masing-masing 12 tim putra maupun putri, yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Madrid Open 2026: Janice/Aldila ke perempat final

Janice Tjen-Aldila Sutjiadi

Ganda putri Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak perempat final turnamen tenis bergengsi WTA 1000 Madrid Open 2026. Kepastian ini didapat setelah pasangan Indonesia itu menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2. Laman WTA menyebutkan, bertanding pada 16 besar di Lapangan 5 La Caja Magica, Madrid pada Minggu malam WIB, duet Indonesia ini tampil percaya diri dan konsisten mendikte lawan sejak awal laga. Pada set pertama, Janice/Aldila memimpin cepat 2-0. Meski Bucsa/Melichar-Martinez memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan, mereka menjauh hingga 5-2. Tapi Busca/Melichar-Martinez ua gim beruntun menjadi 5-4. Namun, Janice/Aldila bangkit untuk menutup set pertama dengan 6-4. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali melesat 2-0, walau pasangan Spanyol-AS menekan balik. Tampil solid, duet Indonesia itu menjauh 3-1, kemudian 4-2, sebelum mengakhiri set ini dengan 6-2 oleh servis keras Aldila. Pada perempat final mereka akan menghadapi ganda putri Laura Siegemund/Vera Zvonareva (Jerman/Rusia), yang menyingkirkan unggulan pertama Sara Errani/Jasmine Paolini.

Futsal Championship 2026 Kudus Perkuat Pembinaan Atlet Muda

Futsal Championship 2026

Turnamen Futsal Championship 2026 di GOR Bung Karno Kudus resmi dibuka sebagai ajang pembinaan atlet muda sekaligus kompetisi bagi pelajar dari berbagai jenjang. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menjaring dan mengembangkan bakat futsal usia dini di Kabupaten Kudus. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) Kabupaten Kudus, Sulistiyanto menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai keterlibatan pihak swasta dalam kegiatan olahraga merupakan langkah positif dalam memperkuat pembinaan generasi muda. “Ini langkah positif, ketika perusahaan turut berkontribusi dalam olahraga, khususnya futsal, maka dampaknya akan luas. Tidak hanya sekadar hobi, tetapi bisa menjadi jalan menuju prestasi,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis, 23 April 2026. Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pihak swasta, khususnya RAINAFA Coffee, yang berani mengambil peran dalam mengembangkan potensi anak muda. Ia menilai langkah tersebut sebagai kontribusi nyata dalam menciptakan ruang kreatif sekaligus jalur pembinaan prestasi bagi generasi muda di Kudus. Turnamen ini diikuti oleh berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Sebanyak enam tim kategori SD, 24 tim SMP, dan 30 tim SMA ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Puluhan tim itu akan bertanding memperebutkan gelar juara dalam suasana kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat karakter dan mental bertanding para peserta. Sulistiyanto menekankan pentingnya menjaga nilai persaudaraan di tengah kompetisi. Menurutnya, turnamen tidak hanya soal menang dan kalah, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan. “Semangat bertanding itu penting, tetapi yang lebih utama adalah sportivitas. Jadikan ajang ini sebagai pemersatu, bukan sekadar persaingan,” ucapnya. Pembukaan turnamen juga dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan Asosiasi Olahraga Kabupaten(Askab) Kudus, Asosiasi Futsal Kabupaten(AFK) Kudus, hingga komunitas dan pegiat futsal. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi dalam mendukung perkembangan olahraga futsal di daerah. Sementara itu, Ketua Event, Sultan Wahyu Ashar, menyebut turnamen ini tidak hanya berorientasi pada pertandingan. Akan tetapi, juga pembinaan jangka panjang bagi atlet muda. Hal senada disampaikan General Manager HBM Crop sekaligus pimpinan RAINAFA Coffee, Emawan Hadi Prasetiyo. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong aktivitas positif bagi generasi muda. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan membangun. Futsal menjadi salah satu sarana efektif untuk menyalurkan energi anak muda ke arah yang lebih produktif,” katanya.

Pembalap Indonesia Raih Podium di Sepang

podium kelas SS600 ajang ARRC

Pembalap Indonesia yang memperkuat Astra Honda Racing Team (AHRT), Herjun Atna Firdaus meraih podium di Sirkuit Sepang, Malaysia, setelah merebut posisi ketiga pada balapan pertama Supersport 600 (SS600) Asia Road Racing Championship (AARC), Sabtu. Dikutip dari siaran pers AHRT, Herjun tampil konsisten dalam menjaga ritme posisinya di rombongan pertama bersaing dengan enam pembalap lainnya. Memasuki dua lap terakhir, dia terlibat persaingan ketat untuk podium dan berbuah manis dengan finis di peringkat ketiga. “Saya senang bisa meraih podium ketiga. Besok kami akan mencoba beberapa peningkatan. Ini menjadi hasil yang baik untuk awal musim balap 2026 dan poin awal yang sangat penting,” kata Herjun seusai balapan. Herjun sendiri start dari posisi keempat pada balapan tersebut, sementara rekannya Fadillah Arbi Aditama ada di urutan start ke-10. Namun, Fadilah Arbi menutup balapan tersebut di posisi keenam, sebuah catatan yang cukup baik mengingat itu debutnya di kelas SS600. Sementara itu, pada kelas Asia Production 250 (AP250), pembalap Indonesia lainnya Rheza Danica Ahrens menduduki start terdepan (pole position) dan rekan senegaranya Muhammad Badly Ayatullah memulai balapan dari baris keenam. Saat balapan, Rheza yang terus bersaing untuk podium menunaikan balapan di posisi kelima. Badly terjatuh ketika bersaing untuk tiga besar. Kemudian di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M Adenanta Putra menempati posisi kelima pada sesi kualifikasi, yang menjadi modal positif untuk tampil kompetitif pada seri perdananya. Pada debutnya di ASB1000, dengan menunggangi CBR1000RR-R, dia menunjukkan performa yang apik dengan berhasil finis di posisi ketujuh dari total 15 pembalap yang turun di kelas ASB1000.

FIFA Series 2026: Ini Dia Pengganti Mauro Zijlstra Yang Cedera

Mauro Zijlstra

Jens Raven dipastikan masuk skuad Timnas Indonesia untuk lanjutan FIFA Series 2026 menggantikan Mauro Zijlstra yang mengalami cedera akibat benturan saat melawan Saint Kitts and Nevis. Pergantian ini telah disetujui oleh FIFA karena Raven tercatat dalam 41 pemain yang didaftarkan sebelumnya. Jens Raven pun langsung bergabung dalam sesi latihan tim pada Minggu 29 Maret 2026. Penyerang berusia 20 tahun yang saat ini bermain untuk Bali United tersebut dipastikan tersedia untuk pertandingan final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, yang akan digelar pada Senin 30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kesempatan ini juga membuka peluang bagi Raven untuk mencatatkan debut bersama Timnas senior. Sebelumnya, Mauro Zijlstra turut berkontribusi dalam kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada Jumat 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan mencetak gol penutup pada menit ke-74.

FIFA Series 2026: Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Timnas Indonesia Melaju ke Final

Selebrasi Pemain Timnas Indonesia

Timnas Indonesia membuka FIFA Series 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 27 Maret 2026, skuad Garuda sukses mengalahkan Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0. Empat gol kemenangan Indonesia masing-masing dicetak oleh Beckham Putra Nugraha (15’, 25’), Ole Romeny (53’), dan Mauro Zijlstra (74’). Sejak awal pertandingan, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Lima menit pertama, Jay Idzes dan kawan-kawan mendominasi penguasaan bola dan memaksa tim tamu bermain lebih dalam. Permainan sabar dari kaki ke kaki menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat Saint Kitts and Nevis. Peluang pertama hadir pada menit ke-8 melalui situasi sepak pojok. Dony Tri Pamungkas mengirimkan bola yang disambut sundulan Jordi Amat, namun masih melambung di atas mistar. Lima menit berselang, Beckham Putra Nugraha mengirimkan umpan terobosan dari sisi kanan yang disambar Kevin Diks dengan sepakan first time, tetapi bola hanya mengenai sisi luar jaring. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-15. Umpan terobosan akurat dari Ole Romeny sukses membebaskan Beckham Putra dari jebakan offside. Dengan tenang, Beckham melakukan solo run, mengecoh kiper, dan menceploskan bola ke gawang. Kombinasi keduanya kembali membuahkan hasil di menit ke-25. Lagi-lagi melalui umpan terobosan Romeny, Beckham berhasil menuntaskannya dengan sepakan kaki kanan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Sepanjang sisa babak pertama, Indonesia terus menekan. Saint Kitts and Nevis kesulitan keluar dari tekanan dan hanya mengandalkan umpan-umpan panjang yang dengan mudah dipatahkan lini belakang Indonesia yang dikomandoi Jay Idzes. Menjelang turun minum, Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas setelah Ramadhan Sananta dilanggar di area berbahaya pada menit ke-44. Kevin Diks yang maju sebagai eksekutor masih belum mampu mengarahkan bola tepat sasaran. Skor 2-0 bertahan hingga jeda. Memasuki babak kedua, tim asuhan John Herdman tetap tampil agresif. Pada menit ke-51, Dony Tri kembali membangun serangan lewat kombinasi dengan Beckham, namun upaya placing Beckham masih bisa ditepis kiper lawan. Dua menit kemudian, Indonesia menambah keunggulan. Berawal dari sepak pojok yang berujung kemelut di kotak penalti, bola jatuh di kaki Ole Romeny yang langsung melepaskan tendangan mendatar untuk mengubah skor menjadi 3-0. Herdman kemudian melakukan sejumlah rotasi pada menit ke-58 dengan memasukkan Yakob Sayuri, Sandy Walsh, Ivar Jenner, dan Joey Pelupessy, menggantikan Jay Idzes, Kevin Diks, Jordi Amat, serta Calvin Verdonk. Pergantian kembali dilakukan pada menit ke-65 dengan masuknya Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, dan Eliano Reijnders menggantikan Elkan Baggott, Beckham Putra, dan Ole Romeny. Sementara itu, Mauro Zijlstra masuk pada menit ke-71 menggantikan Ramadhan Sananta. Indonesia semakin menjauh pada menit ke-74. Umpan terobosan dari Joey Pelupessy membebaskan Mauro Zijlstra dari jebakan offside. Dalam situasi satu lawan satu, Mauro dengan tenang menaklukkan kiper untuk mencetak gol keempat. Saint Kitts and Nevis sempat mendapat peluang terbaiknya pada menit ke-84 ketika sepakan pemain depan mereka membentur tiang gawang yang dikawal Maarten Paes. Indonesia sendiri hampir menambah gol di menit ke-88 lewat Yakob Sayuri, namun dianulir karena offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol. Indonesia menutup laga dengan kemenangan 4-0. Hasil ini menjadi awal positif bagi John Herdman dalam pertandingan perdananya bersama Timnas Indonesia. Dengan kemenangan tersebut, Indonesia melaju ke final dan akan menghadapi Bulgaria yang sebelumnya menang 10-2 atas Kepulauan Solomon. Laga final dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin 30 Maret 2026.

Perjuangan Janice Tjen Terhenti Di128 Besar Miami Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, disingkirkan Yulia Putintseva pada putaran 128 besar Miami Open yang dimainkan di Hard Rock Stadium, Florida, Jumat. Janice yang saat ini menghuni peringkat 40 dunia, dikalahkan Putintseva melalui pertarungan tiga set dengan skor 6-3, 3-6, 4-6. Setelah Janice memenangi set pertama dengan skor meyakinkan, Putintseva yang berasal dari Kazkhstan justru mampu mengubah keadaan pada set kedua. Ia berhasil mematahkan serve Janice, dan kemudian memimpin dengan skor 5-2. Janice yang mendapat kesempatan serve sempat memberi perlawanan pada gim berikutnya untuk mengubah skor menjadi 5-3 bagi keunggulan Putintseva. Namun Putintseva kemudian mampu memaksimalkan kesempatannya untuk melakukan serve, dan menutup set itu dengan skor skor 6-3. Pada awal set ketiga, kedua petenis bertarung sengit untuk membuat skor menjadi imbang 1-1. Gim ketiga set tersebut kemudian menjadi milik Putintseva, yang berhasil mematahkan serve Janice akibat double fault yang dilakukannya. Putintseva kini menggenggam keunggulan 2-1. Putintseva kembali memaksimalkan kesempatannya saat melakukan serve. Gim keempat set ketiga pun ditutup dengan keunggulan 3-1 bagi petenis peringkat 75 dunia itu. Janice berhasil bangkit pada gim kelima. Ia memaksimalkan serve-servenya dan memangkas jarak skor dengan Putintseva menjadi tertinggal 2-3. Pada dua gim berikutnya, kedua petenis tersebut sama-sama mendapatkan poin saat mendapat kesempatan serve. Putintseva lantas memegang keunggulan 4-3. Gim kedelapan menjadi milik Putintseva. Terlebih ia menutupnya dengan pukulan ace melalui servenya, dan memperbesar keunggulan menjadi 5-3. Janice sempat menunda pesta Putintseva saat ia memenangi gim kesembilan set tersebut untuk memangkas jarak menjadi 4-5. Namun Putintseva tampil agresif pada set berikutnya, dan unggul cepat 40-0, sebelum kemudian menutup pertandingan dengan match point kedua akibat bola pengembalian Janice yang keluar lapangan. Meski tersingkir di kategori tunggal putri, Janice masih akan bertarung di Miami Open melalui kategori ganda putri. Pada kategori itu, ia akan berpasangan dengan petenis Taiwan Chan Hao-ching, dan akan berhadapan dengan pasangan unggulan keempat Elise Mertens/Zhang Shuai pada Sabtu.

Sayu Bella Raih Emas di India

Sayu Bella

Pembalap sepeda gunung putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali membuktikan taji di pentas Asia dengan meraih medali emas pada ajang Asian Mountain Bike Series UCC India-1 yang berlangsung di India, 26–28 Februari 2026. Sayu naik podium tertinggi pada nomor Cross Country Olympic (XCO) Elite Putri dan menjadi satu-satunya penyumbang emas bagi Indonesia dalam seri tersebut. Dia membukukan 1 menit 32,16 detik, mengalahkan Nur Deena Safia Nor Effandy asal Malaysia dengan 1 menit 41,21 detik, dan wakil Indonesia lainnya Vara Sefti Rahmadani yang pulang dengan perunggu setelah mencatatkan 1 menit 44,21 detik. “Bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet Squad MTB XC Indonesia yang telah berjuang dengan maksimal dan penuh dedikasi pada ajang Asia Mountain Bike Series UCC India 1 di India,” demikian keterangan resmi Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram, Jumat. ICF menyebut semangat juang dan komitmen para atlet menjadi bukti Indonesia mampu terus bersaing di level Asia. Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi satu emas, dua perak, dan dua perunggu. View this post on Instagram Selain emas dari Sayu dan perunggu dari Vara, dua medali perak diraih Zaenal Fanani dari nomor Cross Country Short Circuit (XCC) Elite Putra dan XCO Elite Putra. Sementara satu perunggu dipersembahkan Feri Yudoyono pada nomor Cross Country Eliminator (XCE) Elite Putra. Hasil tersebut melanjutkan tren positif Sayu pada awal musim 2026. Sebelumnya, atlet asal Bali yang juga peraih emas SEA Games 2023 Kamboja nomor XCO itu memastikan tiket tampil pada putaran pembuka WHOOP UCI Mountain Bike World Series 2026 di MONA YongPyong, Korea Selatan, 1–3 Mei. Tiket itu diraih melalui jalur kualifikasi “golden ticket” dari ajang Asia UCI MTB Continental Series Thailand MTB Cup 2026 pada 13–14 Januari. Pada kejuaraan tersebut, Indonesia mengoleksi dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Selain Sayu, atlet yang lolos ke Korea Selatan yakni Zaenal Fanani, Ihza Muhammad, Feri Yudoyono, Achmad Dhani, dan Melinda Ayu Putri.

Janice Tjen terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open di Meksiko, setelah kalah dari unggulan kedua Cristina Bucsa/Jiang Xinyu, Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB. Janice/Piter memberi perlawanan kuat pada set pertama namun tak mampu menghalau Cristina Bucsa/Jiang Xinyu setelah satu jam 24 menit dengan skor akhir 5-7, 6-2. Meski Bucsa/Jiang unggul dengan persentase servis pertama yang masuk 68,4 persen, Janice/Piter mampu unggul dari poin servis pertama yang mereka menangi sebesar 68,4 persen, demikian statistik WTA. Pasangan Indonesia/Polandia itu juga unggul dari segi poin pengembalian bola pertama, namun Bucsa/Jiang unggul dari segi pengembalian bola kedua. Duo Spanyol/China itu juga mampu menghadapi poin kritis pada kedudukan 5-5, berhasil mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk merebut set pembuka. Set kedua dimulai dengan Bucsa/Jiang mencoba mempertahankan momentum dengan mengambil alih gim pertama, yang langsung dibalas Janice/Piter pada gim kedua untuk menyamakan keadaan. Dengan servis kuat Janice/Piter mencatatkan persentase servis pertama yang masuk 81 persen. Namun, kekuatan itu tidak cukup ketika Bucsa/Jiang jauh lebih unggul dalam pengembalian bola. Mereka memenangi tiga gim beruntun setelahnya atau kedudukan 4-1. Janice/Piter berusaha untuk merusak ritme permainan dengan mengambil satu gim, namun upaya itu tidak mampu menghentikan Bucsa/Jiang untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Dengan kekalahan di sektor ganda tersebut, Janice harus angkat kaki dari ajang WTA 500 itu setelah juga terhenti pada babak pertama sektor tunggal usai kalah dari petenis Kolombia Camila Osorio 4-6, 3-6. Bagi Janice dan Piter hasil tersebut lebih baik dari terakhir kali mereka berpasangan ketika terhenti pada babak pertama Australian Open 2026. Janice dan Piter juga telah dua kali meraih trofi bersama yakni pada WTA 250 Guangzhou tahun lalu dan WTA 250 Hobart pada Januari.

WTA 1000 Dubai: Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak ketiga WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships setelah tak mampu menghalau unggulan kedua Amanda Anisimova, Rabu. Janice dibuat mati langkah pada set pertama, lalu ia mencoba bangkit pada set kedua namun dipaksa menyerah oleh runner-up Wimbledon 2025 itu dengan 1-6, 3-6, demikian catatan WTA. “Saya tidak pernah bermain melawan Janice, saya melihat dia bermain dengan sangat baik sepanjang musim ini, jadi sangat senang bisa melewati ini,” ujar Anisimova usai pertandingan. Pada set pertama, Anisimova bermain solid dengan servis kuat, mencatat satu ace dan memenangi poin servis pertama 87,5 persen (14/16). Ia juga memenangi 70 persen poin pengembalian bola pada servis kedua lawan. Petenis Amerika berusia 24 tahun itu melenggang mulus untuk merebut set pertama. Namun, pada set kedua ia mendapat perlawanan kuat dari Janice yang mencatatkan 53,3 persen servis pertamanya (16/30). Anisimova berhasil lepas dari tekanan Janice pada kedudukan 3-2. Ia kemudian memenangi dua gim untuk memimpin 5-2. Namun, Janice tak ingin menyerah begitu saja. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu berhasil mengkonversi peluang break point untuk menahan 3-5 Anisimova. Sayangnya, pada gim kesembilan Janice melakukan double fault yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan. Pada kedudukan 40-30, Anisimova mengembalikan bola yang tidak dapat dijangkau Janice untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dalam satu jam 10 menit. Selanjutnya pada perempat final, Anisimova menunggu pemenang babak 16 besar antara unggulan kelima Mirra Andreeva dan Jaqueline Cristian. Sementara itu bagi Janice mencapai babak 16 besar WTA 1000 Dubai menjadi kemajuan positif setelah kandas pada babak 32 besar pada Qatar Open pekan lalu. Dalam ajang WTA 1000 Doha tersebut Janice terhenti di tangan unggulan teratas petenis No.2 dunia Iga Swiatek 0-6, 6-3. Janice terpaksa angkat koper dari Dubai setelah juga menderita kekalahan di sektor ganda bersama Ceko Marie Bouzkova usai takluk dari unggulan kelima Gabriela Dabrowski/Luisa Stefani pada babak 16 besar, Selasa (17/8).

Robi Syianturi pecahkan rekor nasional dan Asia Tenggara di Sevilla

Robi Syianturi

Pelari Indonesia, Robi Syianturi memecahkan rekor marathon nasional dan Asia Tenggara di Sevilla Marathon 2026 di Sevilla, Spanyol, Minggu, setelah finis dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 18 detik. “Saya sangat bersyukur bisa kembali memecahkan rekor di Sevilla Marathon 2026. Pencapaian ini untuk Indonesia, keluarga, seluruh komunitas lari yang selalu mendukung,” kata Robi melalui keterangan resmi, Senin. Pencapaian di Sevilla Marathon ini menandai ketiga kalinya Robi memecahkan rekor marathon nasional dalam tiga tahun berturut-turut, setelah sebelumnya di Gold Coast Marathon 2025 dan Valencia Marathon 2024. Prestasi ini melengkapi deretan pencapaian Robi sebagai pemegang rekor nasional half-marathon dengan catatan 1 jam 3 menit 24 detik di Casablanca Marathon 2025 dan peraih medali emas marathon di SEA Games 2025 Thailand. Sevilla Marathon 2026 yang digelar di kota bersejarah Sevilla merupakan ajang berlabel Elite dari World Athletics dan dikenal sebagai salah satu lomba marathon dengan rute paling datar dan cepat di Eropa. Ajang lari ini menarik ribuan pelari elite dan pelari rekreasional dari berbagai negara yang memburu personal best maupun kualifikasi internasional. Dengan temperatur yang relatif sejuk serta rute yang melintasi landmark ikonik kota, Sevilla Marathon secara konsisten menjadi panggung pemecahan rekor dan performa terbaik para atlet dunia. Pencapaian pelari 28 tahun itu di Sevilla Marathon menegaskan posisinya sebagai pelari marathon tercepat di Asia Tenggara dan menunjukkan perkembangan positif atletik Indonesia di kancah internasional.

DBL Academy Jadi yang Pertama Gelar Basketball Clinic di Kepulauan Seribu

Basketball Clinic Kepulauan Seribu

DBL Academy bersama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jakarta baru saja menggelar Basketball Clinic Kepulauan Seribu pada Rabu, 4 Februari 2026 di SMAN 69 Jakarta. Agenda ini jadi momen spesial karena untuk pertama kalinya Basketball Clinic digelar untuk pelajar SMP dan SMA Kepulauan Seribu. Kegiatan berlangsung sejak 10.00 WIB dan diikuti sekitar 40 peserta putra dan putri. Di antaranya 20 peserta dari SMAN 69 Jakarta dan 20 pesrta dari SMPN 113 Jakarta. Basketball Clinic dipimpin langsung oleh jajaran pelatih DBL Academy. Salah satunya Dimaz Muharri, Basketball Director DBL Academy, yang turun langsung membagikan soal materi fundamental basket kepada para peserta. “Hari ini pertama kali dalam sejarah basket Jakarta, Perbasi Jakarta dan Perbasi Kepulauan Seribu mengadakan Basketball Clinic di SMA Negeri 69 Jakarta, Kepulauan Seribu,” ujar Coach Dimaz. Materi yang diberikan berfokus pada dasar-dasar permainan basket. Mulai dari basic dribble, basic passing, hingga basic shooting dan layup menjadi menu utama latihan hari itu. Menurut Coach Dimaz, pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta. Usai melihat langsung kemampuan para pemain, tim pelatih sepakat untuk menekankan fundamental sebagai pondasi awal. “Kurang lebih ada 40 peserta, cowok dan cewek. Karena kita lihat semuanya masih basic, jadi hari ini kita kasih yang fundamental basket banget,” jelasnya. Meski cuaca cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi. Anak-anak Kepulauan Seribu terlihat aktif mengikuti latihan, berani mencoba setiap materi, dan tak ragu bertanya meski sebagian besar masih baru mengenal basket. Coach Dimaz mengaku sempat terkejut melihat respons itu. Minimnya agenda basket sebelumnya justru membuat kehadiran Basketball Clinic ini terasa sangat dinantikan. “Cukup kaget sih. Cuaca lagi panas-panasnya, tapi mereka sangat excited. Mungkin karena pertama kali Basketball Clinic ke sini, jadi mereka nggak malu-malu walaupun belum bisa basket,” ungkapnya. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, kegiatan ini juga membuka peluang. DBL Academy berharap dari wilayah yang jarang tersentuh agenda basket, bisa lahir talenta potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Coach Dimaz mencontohkan kisah Muhammad Haikal Malik asal Bengkulu, yang berawal dari ajang Basketball Clinic hingga akhirnya berkesempatan mengikuti DBL Camp dan bahkan menembus DBL Indonesia All-Star. “Dia nggak ikut DBL liga, tapi ketemu di event Basketball Clinic. Dari situ, akhirnya dia ikut program DBL Play Road to DBL Camp musim lalu, dan akhirnya berangkat ke Amerika sebagai DBL All-Star,” kenangnya. Melalui Basketball Clinic Kepulauan Seribu, DBL Academy ingin memastikan mimpi itu tetap terbuka. Siapa tahu, dari lapangan SMAN 69 Jakarta, akan lahir nama besar basket Indonesia berikutnya.

28 Pemain Timnas U17 Disiapkan untuk Hadapi Tiongkok

Suasana Latihan Timnas U17 Indonesia

Sebanyak 28 pemain Timnas U17 disiapkan untuk menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pada dua laga uji coba internasional tersebut, Nova Arianto masih akan bertindak sebagai pelatih. Menurutnya, laga nanti menjadi bagian dari proses pematangan tim sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap para pemain yang dipanggil. Sebagai informasi, pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Sementara pertandingan kedua dijadwalkan pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Mayoritas pemain yang dipanggil dalam daftar kali ini merupakan wajah baru hasil pemantauan dari berbagai klub Liga Indonesia, akademi, hingga klub luar negeri. Namun, terdapat pula pemain yang telah memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia U17 sebelumnya. Sebut saja M. Mierza Firjatullah (Persik Kediri), yang tercatat pernah menjadi bagian dari skuad Garuda Muda pada Piala Dunia U17 2025. Melalui dua laga uji coba internasional ini, tim pelatih akan menguji kesiapan pemain dari berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik, pemahaman taktik, hingga mental bertanding di level internasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kerangka tim menuju Piala Asia U17 2026. Berikut daftar 28 pemain Garuda Muda untuk hadapi Tiongkok: Kiper (GK) Syahdan Caesar – ASIOP Moh. Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Pemain belakang (CB) Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Putu Ekayana Yoga P – Bali United Farik Rizqi – Madura Uninted Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo Bek kanan (RB) Farrel Luckyta W – PS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Bek kiri (LB) Real Alvaro Salim – Bali United Pandu Aryo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta Gelandang (MF) Fardan Faras Prawita – Borneo FC M. Azhar Muzzaki – Persebaya Surabaya Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jerichoy – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – Bhayangkara Presisi Miraj Riski Sulaiman – Madura United Gelandang Sayap (WFW) Mohammad Albar Firdaus – Persik Kediri I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Sean Rahman Castor – Persik Kediri Penyerang (CF) Fardhan Ary – Madura United M. Mierza F – Persik Kediri Nicholas Indra – Rosenborg BK

Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan jadi wadah pembinaan atlet

Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jakarta terus menjaga konsistensi pembinaan atlet usia dini melalui Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan yang telah digelar sejak Januari 2007. Ketua PASI Jakarta, Mustara Musa mengatakan kejuaraan tersebut kembali berlangsung pada edisi ke-198 dan untuk pertama kalinya digelar di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (31/1), setelah fasilitas lintasan stadion tersebut rampung direnovasi. “Ini kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak Januari 2007. Hari ini menjadi yang pertama di Stadion Atletik Rawamangun dengan lintasan baru. Semoga kejuaraan ini terus menumbuhkan atlet-atlet bertalenta yang berasal dari kalangan pelajar atletik Jakarta,” kata Mustara dilansir ANTARA, Senin. Pada edisi ke-198, kejuaraan ini diikuti 480 peserta dari berbagai kategori, mulai dari kids atletik, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga kategori terbuka. Kategori kids atletik terbagi dalam empat kelompok usia, yakni 2–3 tahun, 3–4 tahun, 4–5 tahun, dan 5–6 tahun, yang seluruhnya melombakan nomor lari 30 meter campuran. Untuk tingkat sekolah dasar, peserta dibagi ke dalam kategori U-10 dan U-13 dengan nomor lari 60 meter putra dan putri, serta estafet 5×80 meter campuran. Sementara itu, kategori sekolah menengah pertama mempertandingkan nomor lari 80 meter putra dan putri. Pada kategori sekolah menengah atas dan kategori terbuka, nomor yang dilombakan adalah lari 100 meter putra dan putri. Kategori terbuka juga dapat diikuti oleh sekolah internasional di wilayah Jakarta. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kelompok usia membuat Stadion Atletik Rawamangun kembali hidup dan menjadi ruang pertemuan komunitas atletik pelajar Jakarta. Mustara menegaskan ajang ini menjadi bagian penting dari pembinaan dan regenerasi atletik Jakarta. “Atlet akan terus beregenerasi. Yang senior akan pensiun dan kita harus menyiapkan penggantinya. Salah satunya melalui event pembinaan seperti ini,” ujarnya. Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan edisi ke-198 juga menjadi salah satu agenda atletik pertama di Indonesia setelah keberhasilan Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, cabang atletik menyumbangkan sembilan medali emas, lima perak, dan enam perunggu bagi kontingen Merah Putih. Mustara saat itu dipercaya sebagai manajer tim nasional atletik Indonesia. Menurut Mustara, pengalaman di SEA Games makin menguatkan komitmennya untuk membangun atletik Indonesia dari fondasi budaya dan ekosistem yang kuat. “Atletik harus tumbuh dari budaya. Kita ingin membangun ekosistem dan budaya atletik yang baik sesuai standar internasional, bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga menyiapkan sistemnya,” katanya. Ia menjelaskan, upaya membangun ekosistem tersebut juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang berperan sebagai perangkat perlombaan dalam kejuaraan ini. Keterlibatan mahasiswa di bidang keolahragaan dinilai penting sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia olahraga. “Mahasiswa dilibatkan agar mereka memahami bahwa prestasi tidak lahir sendiri. Ada sistem, tata kelola, dan kerja bersama di balik sebuah kejuaraan,” kata Mustara. Mustara berharap ke depan Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin meningkat serta mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari sponsor dan berbagai pemangku kepentingan, agar pembinaan atletik di Jakarta dapat berjalan berkelanjutan.

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Finis Posisi Dua

Penutupan ASEAN Para Games 2025

Penyelenggaraan pesta olahraga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara atau ASEAN Para Games (APG) ke-13 Tahun 2025 Thailand telah usai dan resmi ditutup. Para atlet Indonesia merasa bangga mampu membawa Merah Putih finis di posisi kedua. Pada APG ke-13 ini tuan rumah Thailand keluar sebagai juara umum dengan koleksi 175 emas, 155 perak dan 157 perunggu. Kontingen Indonesia menyusul sebagai runner up dengan 135 emas,143 perak dan 114 perunggu. “Kami bangga dan bersyukur bisa berkontribusi untuk membawa Kontingen Indonesia berada diposisi kedua di APG Thailand ini,” ujar Leani Ratri Oktila, atlet para bulutangkis putri. “Iya senang dan bangga, Indonesia bisa runner up. Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menpora Erick, Wamenpora Taufik, Ketua NPC Indonesia serta CdM Indonesia Pak Reda atas motovasi dan dukungannya selama ini. Semoga kedepan kita mampu lebih berjaya lagi,” imbuh Ken Swagumilang atlet para panahan putra. Closing ceremony pelaksanaan ASEAN Para Games 2025 Thailand yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026 ini digelar di Main Stadium, His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin (26/1) malam. Pada awal upacara penutupan ini, penonton disuguhi beberapa musik dan nyanyian lokal, dilanjutkan tarian massal. Kemudian parade defile kontingen yang dimulai dari kontingen Brunei Darussalam, dilanjutkan kontingen Indonesia kemudian Laos. Disusul kemudian kontingen Malaysia, kontingen Myanmar, kontingen Filipina, dilanjutkan kontingen dari Singapura, kontingen Timor Leste, kontingen Vietnam, ditutup parade defile dari tuan rumah Thailand. Ribuan pengunjung nampak memadati kursi dari stadiun sepak bola yang berkapasitas 24 ribu kursi penonton ini. Permainan lampu LED dan lampu laser serta pertunjukkan kembang api menjadi menu utama pesta penutupan. Di tengah lapangan hijau nampak tiga maskot ASEAN Para Games 2025 Thailand bersanding dengan seluruh kontingen dari 10 negara ASEAN peserta APG 2025 Thailand. Di akhir penutupan, sebagai simbolis diserahkan bendera Asean Para Sport Federation (APSF) dari Thailand ke Malaysia sebagai estafet pelaksanaan APG ke-14 selanjutnya selaku tuan rumah pada tahun 2027 mendatang.