Cegah Atlet Terlibat Doping, LADI Gelar Sosialisasi dan Pengawasan Cabor Asian Games 2018

0
572
Ketua LADI, Zaini Kadhafi Saragih, menyebut terdapat penambahan jumlah obat maupun suplemen yang terindikasi mengandung doping. (Adt/NYSN).
Ketua LADI, Zaini Kadhafi Saragih, menyebut terdapat penambahan jumlah obat maupun suplemen yang terindikasi mengandung doping. (Adt/NYSN).

Jakarta- Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), menggelar sosialisasi dan pengawasan doping cabang olahraga Asian Games 2018, di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (7/5).

Hal itu dilakukan guna mencegah para atlet terlibat dalam penggunaan doping. Zaini Kadhafi Saragih, Ketua LADI, mengatakan berkaca pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, di Jawa Barat, terdapat setidaknya 12 atlet positif terlibat doping.

“PON di Bandung, Jawa Barat 2016, yang positif doping lebih banyak dibanding PON sebelumnya. Jadi, kegiatan ini, sebagai bentuk sosialisasi agar atlet yang tidak paham mengonsumsi obat atau suplemen positif mengandung doping, bisa segera dihindari,” ujar Zaini.

Ia melanjutkan, pihaknya juga menerbitkan buku panduan yang berisi daftar obat-obatan dan suplemen, yang terindikasi mengarah ke doping. “Sebenarnya banyak sekali jumlah obat dan suplemen yang terindikasi mengandung doping. Pada tahun ini ada penambahan jumlah, dari yang pernah kami keluarkan sebelumnya,” lanjutnya.

Related :  Soal Venue Asian Games 2018, Wapres Jusuf Kalla Optimis Kelar Juni

LADI, tambah Zaini, tak menganjurkan adanya pengunaan suplemen makanan, dan sangat merekomendasikan semua asupan harus sesuai dengan ahli nutrisi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Makan dalam kuantitas serta kualitas yang cukup, dan tidak perlu dengan suplemen tambahan. Mengapa? Suplemen terutama dipasaran, sangat sulit dijamin tak terindikasi doping. Etah itu murni tidak terkontaminasi, atau ada zat yang tidak boleh. Meski hanya 0,01 persen, tetap atlet positif doping apapun suplemenya,” tuturnya.

“Dan, kalau ditanya pengawasan yang kami lakukan itu, yang pertama yaitu dengan melakukan sosialisasi. Sedangkan yang kedua, kami melakukan tes terhadap atlit saat mereka latihan,” tukas Zaini. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of