Diikuti 10 Provinsi, PB Perbasi Sumut Gelar Kejurnas Junior U14 dan U16 di Medan

1
386
Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis (tengah), melakukan pelemparan bola pertama disaksikan Ketua Panitia yang juga Waketum Perbasi Sumut, Iwan Hartono Alam (dua kiri), saat pembukaan Kejurnas Bola Basket Junior KU14 dan KU16, di GOR UNPRI, di Medan, pada Kamis (10/1). (harian.analisadaily.com)
Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis (tengah), melakukan pelemparan bola pertama disaksikan Ketua Panitia yang juga Waketum Perbasi Sumut, Iwan Hartono Alam (dua kiri), saat pembukaan Kejurnas Bola Basket Junior KU14 dan KU16, di GOR UNPRI, di Medan, pada Kamis (10/1). (harian.analisadaily.com)

Medan- Persatuan Basket seluruh indonesia (Perbasi) siap menggelar kejuaraan nasional (kejurnas) junior di kota Medan, Sumatra Utara sejak 10-17 Januari 2019, di GOR Universitas Prima (Unpri), Medan. Kejurnas kali ini mempertandingkan 2 kategori umur, yakni Kelompok umur (KU) 14 dan KU 16 tahun.

Terdapat 315 atlet dari 24 tim di 10 provinsi dalam ajang ini. Untuk KU 14 tahun, tim putri Sumut tergabung bersama DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Sedangkan, KU putra 14 putra, delapan daerah yang tampil terbagi dalam dua pool. Pool A berisikan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.

Pool B berisikan DKI Jakarta, Sumut, Riau dan Sulawesi Selatan. Sedangkan Kelompok Umur 16, hanya menampilkan sektor putr yang terbagi dua pool, yakni Pool X dengan tim dari DKI Jakarta, Banten, Sumut dan Sulawesi Utara. Pool Y berisikan Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis menyebut, event Junior KU14 dan KU16 ini bernilai strategis. “Kejurnas ini sangat strategis, tidak hanya bagi Sumut, tapi juga provinsi lain di tanah air. Sebab peserta yang ikut usianya masih 14 dan 16 tahun, mereka potensial jelang PON XXI/2024 Aceh-Sumut,” kata John, pada Kamis (10/1).

Related :  Singkirkan SMA Kharisma Bangsa, Tim Putri SMA Saint John’s Melenggang ke Final

Ketua Umum Pengprov Perbasi Sumut, Sofyan Tan melalui Wakil Ketuanya, Iwan Hartono Alam, mengakui, jika Kejurnas ini memang merupakan Program PB Perbasi mendukung peningkatan prestasi basket nasional.

“Pembinaan basket itu berjen­jang mulai KU10-KU12 dan KU14 serta KU16. Ini semua rangkaian program untuk peningkatan prestasi basket nasional,” jelasnya. Bagi Sumut, dan juga provinsi lain di tanah air, Kejurnas dia awal tahun ini dijadikan sebagai sarana penjaringan atlet untuk pembinaan jangka panjang menghadapi PON XXI/2024.

Sementara itu di laga hari pertama pada Kamis, dua tim putri Sumut belum berhasil memetik kemenangan. Tim KU14 Sumut harus mengakui keunggulan Jatim 26-61. Sementara Tim KU-16 yang berada di Pool X, walau sempat memimpin 23-19 di kuarter pertama, akhirnya kalah 54-71.

Related :  Animo Sangat Tinggi, Tujuh Universitas Ikuti LIMA Football

Sedangkan hasil laga lainnya, Jateng KU 14 putri harus takluk 44-53 dari Jateng. Hasil lainnya, Jateng vs Banten 60-51 (KU14 putra A), Jabar vs DKI 36-51 (KU14 Putri), Jatim vs Jabar 36-28 (KU14 Putra A). Di KU16, tim Jatim unggul dari DI Yogyakarta 56-51, dan regu Jabar mengatasi Jateng 61-48. (Adt)

Kejurnas Junior Basket Sumut U-14 dan U-16 2019
Kelompok Umur 14 Putra
Pool A
1. Jawa Barat
2. Jawa Tengah
3. Jawa Timur
4. Banten

Pool B
1. DKI Jakarta
2. Sumatera Utara
3. Riau
4. Sulawesi Selatan

Kelompok Umur 14 Putri
1. DKI Jakarta
2. Jawa Timur
3. Jawa Tengah
4. Jawa Barat
5. Banten
6. Sumatera Utara

Kelompok Umur 16 Putri
Pool X
1. DKI Jakarta
2. Banten
3. Sumatera Utara
4. Sulawesi Utara

Pool Y
1. Jawa Timur
2. Yogyakarta
3. Jawa Barat
4. Jawa Tengah

1
Apa komentarmu?

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Roffi G Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Roffi G
Guest
Roffi G

Sebagai orang tua dari salah satu anak team Jabar KU 14 harus klarifikasi. Pada turnamen ini, team Jabar KU 14 putra harus menanggung kekecewaan karena didiskualifikasi dan tidak bisa bermain di babak playoff. Alasannya karena pelatih Jabar dari bintang harapan purwakarta bertanggungjawab untuk pemalsuan umur dua pemain binaannya yang ternyata kelahiran 2003. Hal ini berakibat dicabutnya lisensi pelatih dan kerugian bagi pemain dan orang tua yang tidak terlibat. Adapun pemain yang tidak terlibat yang bukan binaan Bintang Harapan Purwakarta ada 8 orang yang semuanya berasal dari berbagai team di Bandung yang direkrut ke team Jabar atas permintaan pelatih utama Jabar.… Read more »