Duel All Indonesian Final, Spiderwoman Asal Grobogan Sumbang Emas Kedelapan Indonesia Dari Cabor Panjat Tebing

0
366
Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dari nomor women's speed usai mencatatkan waktu 07:61, dalam partai All Indonesian Final dan mengalahkan rekannya sesama Indonesia, Puji Lestari, pada Kamis (23/8), di venue panjat tebing Jakabaring Sport City, Palembang. (poskotnews.com)
Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dari nomor women's speed usai mencatatkan waktu 07:61, dalam partai All Indonesian Final dan mengalahkan rekannya sesama Indonesia, Puji Lestari, pada Kamis (23/8), di venue panjat tebing Jakabaring Sport City, Palembang. (poskotnews.com)

Palembang- Memasuki hari kelima Asian Games 2018, Indonesia kembali menambah perolehan medali emas. Setelah cabang olahraga (cabor) paralayang, kini giliran panjat tebing yang mempersembahkan emas. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menargetkan dua medali emas, dari nomor speed beregu putra dan putri

Bertanding di venue panjat tebing Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (23/8), Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dari nomor women’s speed setelah mencatatkan waktu 07:61 dalam pertandingan all Indonesian final. Ia berhasil mengalahkan rekannya sesama Indonesia, Puji Lestari, yang mencatatkan waktu 07:96.

Sebelumnya, di babak semifinal, dara kelahiran Grobogan, 22 Maret 1995, mengungguli rivalnya asal China, Son Yiling, dengan catatan waktu 07:68, berbanding 07:80. Sementara, di babak 16 besar, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini mencatat torehan waktu 08:19 detik, dan 08:09 detik di babak delapan besar.

Related :  Juarai Grup A, Uni Emirat Arab Calon Lawan Timnas U-23 Babak 16 Besar

Sedangkan, satu tempat di fase final diraih Puji, usai mengalahkan catatan waktu He Cuilian, asal China. Puji mencatatkan waktu 07:84, sementara sang lawan kalah cepat setelah mencatatkan waktu 07:94. Bagi Indonesia, prestasi cabor panjat tebing jadi emas kedelapan, semenjak pelaksanaan hari pertama lomba pada Minggu (19/8) lalu.

Hasil ini sejatinya tak mengejutkan, sebab Arie, sapaannya, adalah atlet berjuluk ‘Spiderwoman’. Label ini ia sandang, karena kecepatannya memanjat tebing dan berhasil meraih medali emas kategori Speed Climbing Performa, pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing – IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Cina, pada Mei lalu.

Saat itu, wanita berhijab ini menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 7,51 detik dan mengalahkan pemanjat asal Rusia, yang juga jawara di sejumlah kontes panjat tebing super series dunia, Elena Timofeeva. Cabor panjat tebing juga menambah satu perunggu yang diraih oleh Aspar, dari nomor speed putra. Dua wakil Indonesia, Sabri dan Aspar sama-sama gagal lolos ke partai final.

Related :  Venue Equestrian Park Pulomas Senilai 400 Miliar, Sanggup Tampung Ratusan Kuda

Aspar kalah dari atlet China, Zhong Qixin, pada babak empat besar. Adapun Sabri juga takluk dari atlet Iran, Reza Alipour. Dua atlet tersebut terpaksa puas berebut medali perunggu. Medali perunggu jatuh pada Aspar, setelah Sabri melakukan kesalahan start.

Panjat tebing kini sudah meraih medali emas dan perunggu, pada Asian Games 2018. Hingga hari kelima Asian Games 2018, Indonesia total menyabet delapan emas, enam perak, dan 10 perunggu. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of