Ikut Seleksi Asian Games 2018, Sophie Bertemu Sang Idola

0
1463
Sophia Rebecca Adventa (no.9) saat tampil dalan event Loop 3x3 pada 2017.
Sophia Rebecca Adventa (no.9) saat tampil dalan event Loop 3x3 pada 2017.

Sophia Rebecca Adventia atau yang akrab disapa Sophie menjadi salah satu atlet basket yang mengikuti seleksi untuk Asian Games 2018. Gadis cantik berusia 16 tahun ini telah mengikuti tahap pertama seleksi yang akan diumumkan Februari mendatang.

Saat mengikuti seleksi, ia tak menyangka tampil bersama sang idola, Helena. Helena Tumbelaka atau Helena Maria Elizabeth, adalah shooting guard klub Merpati Bali.

Selain piawai tampil di posisi Small Forward, perempuan kelahiran Mei 1992 dan bertinggi 166 cm berat 50kg, juga berparas cantik.

“Aku sempat ngefans sama Kak Helena pas aku umur 12 tahun. Eh kemarin kesempatan main bareng pas seleksi asian games 2018. Wah seneng banget, nervous, kaget juga soalnya gak tahu Kak Helena bakal ikut seleksi juga,” ujar Sophie.

Prestasi Sophie perlu diacungi jempol. Ia sempat menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam beberapa turnamen seperti DBL 3X3 2017, Kejuaraan Nasional 2015 dan masih banyak lagi.

Related :  Gagal Saat Bersaing Di SEA Games, Menjadi Cambukan Bagi Tegar Untuk Terus Berprestasi

Siswa SMAN 28 Jakarta ini, pada mulanya tak menekuni basket hingga ia bergabung dalam Bintang Muda Basketball Academy.

“Awalnya aku memang sudah suka olahraga dari TK. Sebelum basket, aku main badminton golf sama renang. Tapi aku gak betah soalnya itu olahraganya perseorangan. Jadi pas kelas 4 SD, Papa masukin aku ke club basket Bintang Muda, soalnya dekat rumah dan waktu itu Papa denger dari temennya bahwa club basketnya juara 1 di wilayah barat,”tutur gadis yang menyukai LeBron James dan Kevin Durant

Menjadi atlet memang tak jauh dari kata lelah. Sophie pun mengalami hal yang sama dan sudah menjadi resiko sebagai seorang atlet.

Related :  Sejarah Etnis Tionghoa dalam Sepakbola Indonesia

“Selama proses latihan buat persiapan bertanding itu cape banget. Aku diwajibkan Papa latihan sendiri di rumah, skipping penguatan shooting dribbling. Kadang kalau aku capek abis sekolah, temen aku lagi jalan-jalan atau tidur, aku harus latihan. Tapi duka yang paling mendukakan sih, pas kalah di babak final,”ungkapnya

Namun, dibalik duka itu, Sophie merasa basket di Indonesia sudah sangat maju, melihat berbagai turnamen dari segala usia yang rutin dipertandingkan bahkan hingga mencapai tingkat internasional. Tak hanya itu, berbagai sekolah juga menerima beasiswa untuk atlet berbakat.

“Atlet-atlet yang berprestasi di basket juga dapat kemudahan masuk sekolah lewat jalur prestasi seperti aku. Tapi di universitas masih sedikit jalur prestasinya. Seperti UI, karena aku sebenarnya pengen banget masuk Fakultas Hukum UI lewat jalur prestasi,”tutupnya

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of