Jaring Bibit Muda Berprestasi, Ribuan Pesilat Perebutkan Piala Panglima TNI di Merpati Putih Open 2019

0
425
Perguruan Silat Merpati Putih menggelar MP Open 2019, di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Februari-2 Maret 2019. Abdul Kharis Almasyari (kedua dari kiri) mengatakan event ini bertujuan untuk mencari bibit pesilat tangguh dan berprestasi. (Adt/NYSN)
Perguruan Silat Merpati Putih menggelar MP Open 2019, di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Februari-2 Maret 2019. Abdul Kharis Almasyari (kedua dari kiri) mengatakan event ini bertujuan untuk mencari bibit pesilat tangguh dan berprestasi. (Adt/NYSN)

Jakarta- Perguruan Pencak Silat (PPS) Beladiri Tangan Kosona (Betako) Merpati Putih (MP) akan segera menggelar Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Open 2019, pada 28 Februari hingga 2 Maret mendatang.

Event yang diikuti ribuan pesilat ini, dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, dan memperebutkan Piala bergilir Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tujuannya, yakni mencari bibit pesilat yang tangguh dan berprestasi untuk menjadi atlet nasional yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional.

Bersamaan dengan event ini, juga akan dilakukan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) peragaan jurus tunggal. Aksi peragaan jurus tunggal ini akan melibatkan 2000 orang pesilat sekaligus.

Abdul Kharis Almasyari, Ketua Umum Panitia MP Open 2019, mengatakan penyelenggara event ini adalah PPS Betako Merpati Putih Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Barat (Jabar) bekerjasama dengan Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat lndonesia (IPSI) dan Korps Lembaga Wasit Juri DKI Jakarta.

“Kegiatan Kejuaraan ini adalah Kejuaraan Pencak Silat Nasional dengan sistim pertandingan prestasi dan pemasalan. Juga diadakan pencatatan rekor MURI untuk peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong yang diikuti 2000 pesilat,” ujar Kharis, di Padepokan Pencak Silat Nasional TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Jakarta, pada Kamis (17/1).

Related :  Hobi Remaja 19 Tahun ini Mampu Menyumbangkan Medali Emas Bagi Olahraga Pencak Silat di Ajang Asian Games 2018

“Peserta berasal dari perguruan silat seluruh Indonesia. Bahkan beberapa negara mengonfirmasi untuk hadir, seperti Korea, Jepang, Thailand. Dan, biasanya yang tidak pernah absen itu Malaysia serta Singapura. Sedangkan yang juga menyatakan minat untuk hadir, namun belum mengonfirmasi adalah Arab Saudi,” terangnya lagi.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Ketua Komisi I DPR RI itu, akan membatasi jumlah peserta sebanyak 1500 orang. Selain kejuaraan,juga diadakan Seminar Parenting dengan tema ‘Pendidikan Anak melalui Olahraga akan membentuk manusia Indonesia yang berkarakter dan berbudi luhur’.

Sedangkan Yuwono Darpito Hudoyo, Ketua Pelaksana MP Open 2019, menjelaskan event bertajuk ‘Kejuaraan antar Perguruan Pencak Silat Nasional Merpati Putih Open 2019 dalam rangka mewujudkan semangat paseduluran, saling hormat dan mental juara’ adalah event persembahan Merpati Putih Pengda Jawa Barat untuk insan Pencak Silat Dunia.

“MP Open 2019 adalah pertandingan yang pertama kalinya digelar oleh Perguruan Merpati Putih dan juga pertama kalinya diadakan event pertandingan silat memadukan tiga unsur, yakni kompetisi, edukasi, dan entertainment,” tutur Yuwono. Disebutkannya, untuk kompetisi akan dibagi menjadi dua, yakni pemasalan dan prestasi.

Related :  Dijajal Pebalap Timnas, Velodrome Asian Games 2018 Mulai Bisa Digunakan

Untuk pemasalan terbagi menjadi dua, yakni kategori tanding yang akan diikuti pesilat tingkat SD dan SMP. Sedangkan kategori kedua ialah jurus tunggal tangan kosong.
Selain itu, event ini akan memperebutkan total uang pembinaan Rp 50 juta bagi juara, yang penentuannya diperhitungkan dari jumlah medali terbanyak tiap kontingen.

“Kategori kanding, pembagian kelasnya akan diklasifikasikan dan disesuaikan dengan data dari surat keterangan dokter, dan formulir pendaftaran. Sementara jurus tunggal tangan kosong, pengelompokan maksimal 3 bagian untuk jenjang SD dan SMP, dengan kuota 100 peserta,” tutur pria yang juga menjabat Ketua Pengda Merpati Putih Jabar itu.

Sedangkan untuk nomor prestasi, akan memakai sistim gugur dengan usia 17-27 tahun, atau atlet dengan tahun kelahiran 1992-2002, serta menggunakan sistim bagan dari penyisihan, perempat final, semi final dan final.

“Untuk prestasi, Piala Bergilir Panglima TNI diberikan kepada Juara Umum 1, selain Piala Tetap Kepala Staf TNl-AD. Juara Umum II dan III meraih Piala Tetap. Sementara bagi pesilat terbaik putra mendapat Piala Tetap Kepala Staf TNl-AU, dan bagi pesilat terbaik putri diberikan Piala Tetap Kepala Staf-TNl-AL,” tegas Yuwono. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of