Kirim 41 Atlet di Kejurnas Karate Piala Panglima TNI VI/2018, DKI Jakarta Optimistis Juara Umum

0
176
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-VI/2018 resmi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada 21-23 September ini. Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) DKI Jakarta mengincar posisi Juara Umum kali ini.(Pras/NYSN)
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-VI/2018 resmi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada 21-23 September ini. Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) DKI Jakarta mengincar posisi Juara Umum kali ini.(Pras/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-VI/2018 resmi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada 21-23 September ini. Sebanyak 1.338 orang terlibat dalam event ini.

Mereka terdiri dari 662 orang atlet TNI, 584 orang atlet umum, serta 192 offisial, dan pelatih. Medali yang diperebutkan, ada dua kategori yakni Kategori TNI, memperebutkan 19 medali emas, 19 perak dan 38 perunggu. Sedangkan Kategori Umum (Junior, Cadet, Under-21), memperebutkan 40 medali emas, 40 perak, dan 80 perunggu.

Selain memperingati HUT TNI ke-73, Kejurnas Karate Piala Panglima merupakan sarana bagi Pengurus Besar (PB) Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) mencari bibit karateka nasional. Peraih medali emas Asian Games XVIII/2018, Sersan Dua (Serda) TNI Rifki Ardiansyah, merupakan pemenang Kejurnas Karate Piala Panglima TNI, tahun lalu.

Kejurnas Karate Piala Panglima TNI memiliki dua kategori, yaitu Kategori TNI dan Kategori Umum. Khusus kategori TNI dibagi dalam dua kelas, yakni senior putra dan senior putri. Seluruhnya mempertandingkan nomor kata dan kumite perorangan maupun beregu.

Related :  Resmi Dikukuhkan, 10 Atlet DKI Jalani TC O2SN Tingkat Nasional Yogyakarta

Untuk Kelas Beregu baik Kumite maupun Kata, tiap-tiap kontingen hanya mengiri satu regu. Sedangkan untuk Kelas Perorangan baik Kumite maupun Kata, tiap-tiap kontingen maksimal mengirimkan dua atlet.

Untuk personel TNI maupun PNS TNI hanya turun di Kategori TNI atau tidak boleh turun di Kategori Umum atau Open Turnament. Sedangkan Kategori Umum dibagi dalam tiga kelas putra dan putri. Mulai kadet (14-15) tahun, kelas junior (16-17 tahun), dan kelas Under (U-21).

Di Kejurnas Piala Panglima TNI VI/2018, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) DKI Jakarta mengirim 41 atlet putra-putri. “Tahun ini, DKI Jakarta mengirim 41 atlet putra-putri untuk kategori kadet, junior, dan under (U-21). Target kami juara umum,” ujar Idris Gusti, Pelatih Kepala FORKI DKI Jakarta, di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Jumat (21/9).

Di Kejurnas yang sama pada 2017, kontingen ibukota sukses menempati posisi runner-up, dengan meraih 6 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Sedangkan juara umum 2017, diraih Perguruan INKAI (8 emas, 5 perak, 10 perunggu)

Related :  Sersan Dua TNI Berusia 20 Tahun Ini, Sumbang Keping Emas ke-11 Dari Cabor Karate

Idris optimistis target itu bisa tercapai, karena pada Kejurnas kali ini DKI Jakarta turun dengan kekuatan penuh, serta bermaterikan para atlet terbaik hasil seleksi kejuaraan daerah (Kejurda).

“Tahun lalu kami tidak turun full team, tapi sekarang kami pull team, baik kategori kadet, junior, maupun U21. Apalagi atlet-atlet kami berasal dari seleksi Kejurda. Memang persaingan terberat dengan Perguruan INKAI, tapi sepertinya mereka tidak tampil full team,” lanjutnya.

Hal senada dikatakan Rudi Faisal, Manajer Kontingen DKI Jakarta. Menurutnya, peluang DKI Jakarta untuk bisa meraih juara umum di Kejurnas Karate Piala Panglima TNI VI/2018, sangat terbuka lebar.

“Dilihat persaingannya merata. Karenaetiap daerah pasti mempersiapkan para atletnya dengan baik. Saingan terberat masih Perguruan INKAI, dan Inkanas (Institute Karate-Do Nasional),” terangnya.

Hingga kini, ungkap Rudi, DKI Jakarta tak pernah kekuarangan atlet-atlet muda berbakat. “Semoga DKI Jakarta tetap menjadi barometer atlet-atlet nasional,” tukas Rudi. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of