Lampaui Target, Tenis Ganda Campuran Genapkan Emas Kontingen Indonesia Menjadi 10

0
534
Ekspresi petenis ganda campuran Indonesia Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi, usai menekuk pasangan Thailand Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum pada laga final tenis ganda campuran Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/8). (INASGOC)
Ekspresi petenis ganda campuran Indonesia Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi, usai menekuk pasangan Thailand Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum pada laga final tenis ganda campuran Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/8). (INASGOC)

Jakarta- Ganda campuran Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi mengakhiri puasa medali emas cabor tenis, di Asian Games yang kali terakhir diraih 16 tahun silam. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hadir menyaksikan pertandingan kali ini. Bahkan, kursi penonton pun nyaris penuh.

Melawan pasangan Thailand Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum, di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (25/8/), partai ini memang diprediksi panas. Beberapa nomor seperti ganda putri dan tunggal putri, Indonesia sudah gagal meraih emas. Ganda campuran menjadi harapan terakhir Indonesia.

Dobel Indonesia menang dengan skor 2-1. Sempat unggul di set pertama 6-4, kalah di set kedua 7-5, akhirnya Christopher/Aldila menyudahi set ketiga, dengan hasil akhir 7-10. Kerja keras keduanya ini, selain mendapat medali emas, juga bakal dipromosikan menjadi pegawai negeri sipil, dan akan diganjar hadiah uang Rp 1,5 miliar dari Menpora.

Usai laga, Aldila mengaku, jika prestasi Asian Games 2018 ini jadi gelar pertama, sekaligus keikutsertaan pertamanya, di pesta multievent terbesar kedua, setelah Olimpiade.

“Saya persembahkan gelar ini untuk orang tua saya, yang banyak berkorban untuk saya sejak kecil, serta memberikan dukungan atas pilihan saya berkarir di tenis. Mungkin tanpa mereka, karir saya di tenis tidak berlanjut,” ujar Aldila terharu.

Kendati keduanya dijagokan sejak awal meraih medali, namun peluang merebut emas dinilai sangat berat. Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) justru menargetkan Christopher/Aldila memberi satu perunggu setelah mereka menembus semifinal.

Related :  Yakin Lawan Termasuk 'Ringan', Timnas U-23 Pede Lolos Penyisihan Grup Asian Games 2018

Nyatanya, dobel Merah Putih ini melenggang ke final, usai menaklukkan wakil Jepang Erina Hayashi/Kaito Uesugi 7-6(3), 6-4, di babak empat besar, dan memastikan meraih medali emas Asian Games 2018. Dari statistik, Christopher/Aldila total membuat kesalahan sendiri 26 kali, sedangkan Luksika/Sonchat hingga 33 kali.

Kali terakhir tenis berhasil menyumbangkan untuk Indonesia, di Asian Games pada edisi 2002, saat digelar Busan, Korea Selatan. Pada Asian Games ke-14 itu, tenis meraih emas dari nomor beregu putri. Ketika itu, tim beregu putri menang 2-1 atas Jepang.

Skuat Indonesia saat itu, dihuni Liza Andriyani, Wynne Prakusya, Wukirasih Sawondari, dan Angelique Widjaja. Sementara ganda campuran, Indonesia kali terakhir berhasil meraih emas, pada edisi Asian Games 1990, melalui pasangan Yayuk Basuki dan Hary Suharyadi.

Keduanya menumbangkan ganda campuran Korea Selatan, Yoo Jin-sun/Kim Il-soon. Sukses Christopher/Aldila berhasil menjadi penghapus dahaga medali emas bagi tenis Indonesia, di ajang multievent empat tahunan di Asia tersebut. Busan 2002 menjadi Asian Games terakhir tenis Indonesia, bisa menyumbangkan medali emas.

Di Doha 2006, Guangzhou 2010, dan Incheon 2014, tim merah putih gagal merebut satu medali dari tenis. Hasil positif ini diharapkan menjadi pemicu prestasi cabor tenis yang kali terakhir meraih emas pada 16 tahun silam. Kemenangan ini turut mengobati kegagalan Christopher/Aldila di nomor lain.

Related :  Timnas 3X3 Putri Terbang ke Tiongkok, Siap Bidik Perunggu Asian Games 2018

Bersama Justin Barki, Christopher langsung kalah di babak dua ganda putra. Untuk Aldila melangkah hingga perempat final tunggal putri Asian Games 2018. Hasil emas ini melebihi target pemerintah melalui Kemenpora kepada PP PELTI. Sebab, Kemenpora tak meminta medali emas dari cabor tenis di Asian Games 2018.

Atas pencapaian ini, Indonesia mengumpulkan total 38 medali, yakni 10 emas, 12 perak dan 16 perunggu, dan sementara ini berada di peringkat kelima Asian Games 2018. Di atas terdapat China (1), Jepang (2), Korea Selatan (3) dan Iran (4). (Ham)

Laga Christopher/Aldila Meraih Medali Emas Asian Games 2018
Babak 32 Besar
Christopher Rungkat/Aldila Sudjiadi vs Sarah Mahboob Khan/Muzammil Murtaza (Pakistan) : 6-3, 62

Babak 16 Besar
Christopher Rungkat/Aldila Sudjiadi vs Nicha Lertpitaksinchai/Sanchai Ratiwatana (Thailand) : 7-5, 61

Perempat Final
Christopher Rungkat/Aldila Sudjiadi vs Rohan Bopanna/Ankita Raina (India) : 4-6, 6-3, (10-8)

Semifinal
Christopher Rungkat/Aldila Sudjiadi vs Uesugi Kaito/Hayashi Erina (Jepang) : 7-6 (3), 6-4

Final
Christopher Rungkat/Aldila Sudjiadi vs Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana (Thailand) : 6-4, 5-7, (10-7)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of