Mahasiswa UMN Tangerang Gabung Dalam Broadcast Legacy Asian Games 2018

0
61
INASGOC-UMN
Rektor UMN, Ninok Leksono bersama dengan Ketua INASGOC, Erick Thohir memegang plakat kerjasama INASGOC dengan UMN untuk program Broadcast legacy Asian Games 2018

Tangerang– Tujuh bulan lagi event olahraga terbesar kedua di dunia yakni Asian Games 2018 akan berlangsung di Indonesia. Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya pada 1962.

Segala persiapan sudah jauh-jauh hari untuk mensukseskan pagelaran olahraga bergengsi di tingkat Asia inu. Seperti, halnya menggandeng Universitas untuk ikut ambil bagian dalam mensukseskan Asian Games 2018 dalam program broadcast legacy.

Program broadcast legacy merupakan progam yang diinisiasi oleh INASGOC. Dan, melibatkan sepuluh Universitas terdiri dari enam Universitas Jakarta, Palembang dan Bandung seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Moestopo, London School of Public Relations (LSPR), Binus University, STIKOM InterStudi, Universitas Sriwijaya, Universitas Bina Darma, Universitas Padjajaran (UnPad) dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom).

INASGOC sendiri akan menjaring 530 mahasiswa dari sepuluh universitas sebagai kru penyiaran selama Asian Games 2018 berlangsung

Related :  Sepuluh Lapangan Siap Menampung Ajang JSFL 2018

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berada di Kabupaten Tangerang, patut berbangga terpilih menjadi partner university program Broadcast Legacy Asian Games 2018. UMN merupakan satu dari sepuluh universitas di Indonesia yang beruntung bisa ikut ambil pagian pada Asian Games 2018.

Dalam keterangan persnya, penandatangan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua INASGOC (Indonesia Asian Games Organize Committee) Erick Thohir dengan Rektor UMN, Ninok Leksono dan Project Director IGBS (International Games Broadcast Services) Mike Wilmot, di INASGOC Headquarter, Wisma Serba Guna, Jakarta, pada Rabu (17/1).

Ketua INASGOC Erick Thohir menjelaskan, broadcast legacy bertujuan untuk mengembangkan keterampilan di bidang penyiaran, terutama di bidang siaran olahraga.

“Setelah 56 tahun, inilah kesempatan besar bagi generasi muda, termasuk mahasiswa menjadi bagian dari sejarah dengan memanfaatkan Asian Games 2018 untuk mengembangkan potensi mereka di bidang penyiaran,” jelas Erick.

Related :  Sering Keseleo Dalam Latihan Olahraga Tenis, Gadis Ini Menganggapnya Sudah Biasa

Sementara itu, Rektor UMN, Ninok Leksono tak menutupi rasa bangganya atas diberikannya kesempatan mahasiswa UMN oleh INASGOC serta IGBS untuk ikut andil dalam Asian Games 2018.

“Kami sangat bangga atas kerjasama ini. Mahasiswa kami dapat memetik pengalaman dan menyumbangkan keahlian, dalam bidang teknis maupun non teknis untuk kesuksesan Asian Games 2018,” ungkap Ninok.

Ninok pun, menambahkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program broadcast legacy akan dinilai dengan kerja magang, dan menjad salah satu syarat kelulusan.

Adapun posisi yang tersedia di bidang teknis, diantaranya camera assistant, audio assistant, engineering assistant, loggers, dan IBC/engineering. Sedangkan di bidang non-teknis, diantaranya venue assistant, IBC information assistant, logistics assistant, legacy assistant, dan liaison/information. (pah)

Apa komentarmu?

Ayo komen untuk pertama kali!

avatar
  Subscribe  
Notify of