Masih Sering Terasa Sakit Di Kaki, Gadis Periang Ini Tetap Ngotot Tekuni Judo

0
1771

Salah satu tujuan kesetaraan gender adalah merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia.

Seperti yang di lakukan oleh Tri Yuli Andriani, siswi kelas 11 di SMAN 5 Tangsel, sejak tahun 2013 sudah menggeluti olahraga judo yang di identikan olahraga laki laki, Yuli sendiri sudah tergabung dalam Club Rajawali Judo Tangsel.

Dalam pandangan Yuli, ketertarikannya terhadap judo karena olahraga judo berbeda dari yang lain.

“Bagi saya, olahraga judo berbeda dengan beladiri yang lain. Makanya saya tertarik.” ujar pelajar yang akrab disapa Yuli ini.

Eksistensinya terhadap judo sudah berhasil meraih beberapa penghargaan, adapun beberapa Prestasi Yuli dalam olahraga Judo diantaranya:

Related :  Turunkan Lima Atlet Terbaiknya, Merpati Putih Tangsel Siap Bawa Pulang Medali

1. Juara 3 Porprov 2014 tingkat provinsi
2. Juara 2 piala gubernur cup 2015
3. Juara 3 Popda 2016 tingkat provinsi
4. Juara 2 walikota cup 2016 tingkat provinsi
5. Juara 2 Budhi EXPO 2016
6. Juara 3 kejurnas Kartika cup 2017
7. Juara 2 Kejurda 2015
8. Juara 1 Kejurda 2016
9. Juara 1 Kejurda 2017
10. Juara 3 Sambo Nasional 2016
11. Juara 3 jujitsu Nasional 2016
12. Juara 3 jujitsu Nasional 2015

Gadis periang ini juga pernah mengalami kejadian lucu selama mengikuti judo, dirinya pernah secara tidak sengaja buang angin saat sedang randori.

“Pengalaman lucu selama ikut judo yang tidak bisa aku lupakan sampai saat ini adalah ketika aku tidak sengaja buang angin ketika randori.” candanya

Related :  Berangkat Dari Atlet Karate Berprestasi, Claresta Berhasil Membangun Karir Sebagai Presenter Olahraga

Lebih lanjut siswi yang bercita-cita ingin menjadi TNI ini juga pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, kakinya sempat cidera dan hampir patah.

“Pernah pada tahun 2014 saat rebutan juara 3, tangan saya hampir patah dan sampai sekarang masih sering kumat kalau latihan.” kata Yuli

Wanita tangguh yang lahir pada tanggal 29, tahun 2000 ini juga sempat mengatakan bahwa latihan yang keras terus di lakukan untuk meraih prestasi.

“Harus semangat dalam latihan, jangan pantang menyerah. Jika kalah dalam pertandingan jangan putus asa, tetap semangat karna kegagalan adalah kunci kesuksesan dan sebuah pelajaran dimana harus latihan lebih keras lagi.” tutup Yuli.(crs/adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of