Mengulik Fakta Unik Api Obor Asian Games Yang Abadi

0
764
Api Obor Asian Games, Abadi? (foto: akurat.co)

Kirab obor hari ini akan sampai di Jakarta loh.. Ya, provinsi terakhir lintasan kirab obor Asian Games akan berada di Ibu Kota Jakarta, dari 15 sampai 18 Agustus 2018 nanti. Akhirnya, setelah mengawali perjalanan dari India pada 15 Juli, kemudian hampir satu bulan lamanya berkelana ke beberapa provinsi di Indonesia, kirab obor pun akan sampai  di Stadion Utama Gelora Bung Karno tepat dengan acara pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018.

Tahukah kamu, Api pada obor Asian Games ternyata bukan sembarangan api. Pasalnya, api ini merupakan api abadi dari India, bahkan saat dibawa ke pesawat pun api itu tidak boleh mati. Bagaimana mungkin? Nah, ini dia penjelasan tentang beberapa fakta unik terkait Obor Asian Games 2018:

Fakta Unik Pertama, Api tersebut Abadi dan Berasal dari India, Begini Alasannya

Jadi, kenapa api abadi sengaja didatangkan jauh dari India, karena Negara ini merupakan tuan rumah Asian Games yang pertama pada tahun 1951. Api ini diambil dari tempat Asian Games yang pertama, yaitu Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi. Kemudian, kenapa harus abadi? Api tersebut memang sengaja didatangkan dari sumber api abadi India, hal ini sebagai bukti semangat yang selalu menyala untuk saling menjaga kebersamaan, persahabatan serta semangat tuk meraih prestasi. Wah, ternyata api obor yang abadi tersebut punya makna yang dalam ya..

Kedua, Di Pesawat Api Abadi dari India Tidak Boleh Mati, Bagaimana Bisa?

Fakta unik satu ini pasti buat kamu berpikir. Terkadang terlintas di benak kamu bagaimana sih membawa api dari India ke Indonesia dengan menggunakan pesawat dengan harus selalu menyala? Ternyata, saat api dibawa dengan pesawat Boeing 737 400 milik TNI AU, tidak sembarangan dibawa, melainkan ada alat khusus yang membuat api tersebut tetap menyala. Jadi menurut lansiran dari kompas.com, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna berkata Api dibawa dengan alat yang disebut tinder box.

Related :  Event Bergengsi Antarprovinsi, FAI Jadi ajang Uji Coba Perenang Pelatnas
Alat khusus agar api obor Asian Games tetap menyala di pesawat. (kompas.com)

Alat ini berbahan bakar gas, jadi setiap kali bahan bakar habis, diisi kembali agar tidak mati. Sekali pengisian gas, bisa kuat sampai 10 jam. Dan untuk antisipasi, panitia Asian Games 2018 menyediakan  tinder box cadangan di pesawat.

Ketiga, Pesawat dikawal 5 pesawat tempur T-50 Golden Eagle Lima pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI AU

Kawalan pesawat yang membawa Api Obor Asian Games 2018 (Foto: kompas.com//Antara foto)

Sukses mendarat di Indonesia, yaitu di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Susi Susanti pun membawa obor turun dari pesawat. Kemudian, saat itu Susi menyerahkan kembali kepada kepala staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Sri Sultan HB X dan Susi Susanti pun sama-sama membawa api Asian Games 2018 menuju Museum Pusat Angkatan Udara Mandala Yogyakarta.

Keempat, Penyatuan Api abadi Mrapen dari Indonesia dengan api abadi dari India

Obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: kompas.com)

Fakta unik keempat ini tentang Api Abadi Mrapen. Api tersebut merupakan api yang terbentuk dari fenomena alam karena gas alam keluar dari perut bumi. Akibatnya, hingga saat ini api tersebut selalu menyala dan menjadi kebanggan Indonesia. Api abadi dari India pun kemudian disatukan dengan api abadi yang diambil dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Penyatuan api tersebut waktu itu pada hari Rabu (18/7/2018), di Candi Prambanan, Yogyakarta. Setelah disatukan, api tersebut dibawa dengan berlari menuju Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Torch atau obor Asian Games 2018 tersebut pun dibawa dengan berlari.

Related :  Bungkam Jepang 3-1, Tim Beregu Putra Bulutangkis Indonesia Bidik Medali Emas Asian Games 2018

Fakta Unik Terakhir, Obor Asian Games 2018 Dikirab keliling Nusantara

Api obor saat tiba di Bogor. (breakingnews.co.id)

Obor Asian Games 2018 telah dikirab keliling 54 kota dan kabupaten di Indonesia. Di mana pada rute;

  • Solo (19-20 Juli)
  • Blitar-Kepanjen-Malang (20 Juli)
  • Bromo-Probolinggo-Situbondo- Bondowoso (21 Juli)
  • Banyuwangi (22 Juli)
  • Gilimanuk-Kuta-Tanah Lot-Tampak Siring-Denpasar-GWK Bali (23-25 Juli)
  • Mataram (25 Juli)
  • Raja Ampat-Sorong (26-27 Juli)
  • Tanjung Bira-Makassar (28-29 Juli)
  • Banjarmasin (30 Juli)
  • Aceh (31 Juli)
  • Danau Toba-Tobasa-Tapanuli Utara (31 Juli-1 Agustus)
  • Pekanbaru-Siak (1 Agustus)
  • Bukit Tinggi (2 Agustus)
  • Jambi (2 Agustus)
  • Palembang-Musi Banyuasin-Panukal Abab Lelatang Ilir-Prabumulih-Ogan Ilir-OKI (3-7 Agustus)
  • Tulang Bawang-Lampung (7-8 Agustus)
  • Serang (9-10 Agustus)
  • Purwakarta-Bandung-Garut (10-12 Agustus)
  • Cianjur-Bogor (13-14 Agustus)
  • Istana Bogor-Gelora Bung Karno Jakarta (15-18 Agustus)

Tak terasa ya, perayaan pembukaan Asian Games 2018 kian dekat. Bahkan api obor pun akan sampai di Jakarta tepatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno tepat saat hari pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018.

Nah, itu tadi ulasan mengenai beberapa fakta unik api obor Asian Games 2018. Yuk, kita sama-sama rasakan euforianya!

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of