Mulai Bergulir Di Solo, Remaja 15 Tahun Turut Bersaing Di Women’s Circuit International Tennis 2018

0
473
Priska Madelyn Nugroho (15 tahun) menjadi salah satu petenis termuda Indonesia, yang turun dalam turnamen Women's Circuit International Tennis 2018, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. (twitter.com)
Priska Madelyn Nugroho (15 tahun) menjadi salah satu petenis termuda Indonesia, yang turun dalam turnamen Women's Circuit International Tennis 2018, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. (twitter.com)

Jakarta- Turnamen tenis PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit International Tennis 2018, mulai bergulir akhir pekan ini, hingga 14 Juli, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah.

Petenis tuan rumah bersaing dengan petenis lain dari sembilan negara yakni Singapura, Australia, Jepang, China, Taiwan, Kazakhstan, India, Bulgaria, dan Rusia. Susan Soebakti, Direktur Turnamen, mengatakan minat petenis asing sangat tinggi untuk mengikuti turnamen ini.

Kejuaraan ini masuk dalam kalender kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF). “Peserta tak hanya dari kawasan Asia. Mereka juga datang dari benua Eropa,” ujar Susan, di Solo, Jawa Tengah, akhir pekan ini.

Babak kualifikasi turnamen khusus putri berhadiah total 15 ribu dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 215 juta itu, mulai bergulir pada Sabtu (7/7). Indonesia menurunkan para petenis terbaik yakni Rifanty Dwi Kahfiani, Bilqis Maqbulatullah, Arrum Damarsari, Suryaningsih, Septiana Nur Zahiroh, dan Ni Luh Sintha Eka Putri.

Related :  Perolehan Medali di Klasemen Akhir Popnas XIV 2017

Mereka membidik delapan slot babak utama. Sedangkan petenis utama Merah Putih yang tergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Asian Games 2018, berhak berlaga di babak utama mulai Selasa (10/7).

Aldila Sutjiadi yang berperingkat tunggal ke-751 dunia jadi unggulan keempat. Dan, Deria Nur Haliza serta Joleta Budiman, memanfaatkan fasilitas wild card bersama Fitriana Sabrina dan Priska Madelyn Nugroho. “Peluang sangat terbuka bagi tuan rumah Indonesia untuk menambah wakil di babak utama,” tukas Susan.

Khusus untuk Priska, menjadi catatan tersendiri. Remaja kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003, ini menjadi salah satu petenis termuda skuat garuda pertiwi paling berbakat, yang ikut berpartisipasi. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of