Rutin Gelar Nusantara Cup, Ultimate Frisbee Bidik Animo Kalangan Muda

0
1117
Olahraga Ultimate Frisbee kini mulai mempopulerkan aktifitasnya di kalangan usia muda. (Pras/NYSN)
Olahraga Ultimate Frisbee kini mulai mempopulerkan aktifitasnya di kalangan usia muda. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ultimate Frisbee, salah satu olahraga tua di dunia, dan populer pada dekade 1960-70. Di Indonesia, olahraga lempar-tangkap piringan terbang itu mulai berkembang sejak 1990-an.

Dan, rutin menggelar turnamen atau kejuaraan sejak 2000-an. Tahun ini, kejuaraan Ultimate Frisbee skala internasional ‘Nusantara Cup’ bakal digelar di Seminyak, Bali, pada 30-31 Maret. Ia menyebut Nusantara Cup diikuti 10 tim dari luar negeri termasuk China, Singapura dan Australia.

“Pada 30-31 Maret, kami akan gelar Kejuaraan Ultimate Frisbee di Bali. Ini kami lakukan untuk mempopulerkan olahraga ini, terutama kalangan muda,” ujar Florence Armein, Pengurus Perhimpunan Olahraga Lempar-Tangkap Piringan (Ultimate Frisbee) Indonesia Discindo, pada Sabtu (17/3).

Related :  Harga Piringan Ultimate Frisbee Sangat Terjangkau, Tapi Masih Impor

“Tapi, kejuaraan ini tak diakui oleh WFDF (World Flying Disc Federation), organisasi yang menaungi olahraga ultimate dunia, karena Indonesia belum memiliki organisasi ultimate yang diakui secara resmi baik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI),” cetusnya.

Gelaran itu dilakukan sebagai upaya untuk terus mengenalkan olahraga lempar-tangkap piringan terbang ini pada kalangan muda. Florence menambahkan, tantangan yang dihadapi pengurus dalam menggelar turnamen Nusantara Cup itu tanpa sponsor. Sehingga, lanjutnya, untuk dana para pengurus mengeluarkan secara pribadi.

“Kami tak mendapatkan sponsor, sehingga semua biaya turnamen kami tanggung sendiri, termasuk penginapan dan segala hal perlengkapan lainnya,” ungkapnya. Disisi lain, Christopher Bristow, Pelatih Ultimate Frisbee, mengatakan dirinya merasa kesulitan dalam mengembangkan olahraga Ultimate Frisbee di Indonesia.

Related :  Harga Piringan Ultimate Frisbee Sangat Terjangkau, Tapi Masih Impor

“Saya sudah melatih frisbee di Indonesia selama lima tahun, terutama di sekolah-sekolah. Terkadang saya merasa kesulitan untuk mengajak orang untuk bergabung di beberapa universitas,” bebernya.

Bahkan, jelas Chris, mereka berjanji untuk datang berlatih memainkan permainan ini, namun kenyataannya mereka tidak datang. “Terlalu sulit meyakinkan orang-orang untuk mencoba sesuatu yang baru,” tukasnya.

Namun, seiring waktu, ia mengungkapkan, Ultimate Frisbee mulai menunjukkan perkembangan yang baik. “Mereka berminat terhadap olahraga ini, mulai dari anak usia muda hingga orang dewasa,” sambung Chris. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of