SEA Games Tak Lagi Bidik Prestasi, Menpora Tegaskan 60% Kontingen Indonesia ke Filipina Diisi Atlet Junior

0
286
SEA Games kini menjadi batu loncatan bagi atlet Indonesia menuju Asian Games dan Olimpiade. Itu sebabnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan komposisi kontingen Indonesia ke SEA Games 2019 di Filipina, 60 persennya bakal diisi oleh atlet junior berprestasi, seperti sprinter 18 tahun asal Lombok, Lalu Muhammad Zohri. (asiatimes.com)
SEA Games kini menjadi batu loncatan bagi atlet Indonesia menuju Asian Games dan Olimpiade. Itu sebabnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan komposisi kontingen Indonesia ke SEA Games 2019 di Filipina, 60 persennya bakal diisi oleh atlet junior berprestasi, seperti sprinter 18 tahun asal Lombok, Lalu Muhammad Zohri. (asiatimes.com)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan komposisi kontingen Indonesia ke SEA Games 2019 Filipina. Sebanyak 60 persen skuat Merah Putih bakal diisi atlet junior. Komposisi antara atlet senior dan junior ke SEA Games 2019 Filipina itu sempat dilontarkan pada medio akhir 2018.

Sempat menuai pro dan kontra, Imam bersikukuh, kontingen dihuni pemain muda. “Ini untuk memberikan suasana keunggulan dan kompetisi yang lebih baik lagi bagi atlet junior,” kata Imam, usai menggelar rapat persiapan Pelatnas dan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional, Senin (7/1).

“SEA Games tak lagi jadi patokan bagi Indonesia untuk juara atau menempati peringkat. SEA Games adalah batu loncatan bagi atlet menuju Asian Games dan Olimpiade,” dia menambahkan. Menpora juga memiliki pertimbangan agar atlet dan cabang olahraga bisa berfokus mencari poin ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Related :  Sofbol Bidik Dua Medali Emas SEA Games 2019 Filipina, Asia Women Championship Jadi Ajang Pemanasan

Sebab, pengumpulan poin ke Tokyo sudah dimulai tahun ini. Lagipula, anggaran pelatnas tahun ini menurun ketimbang tahun lalu. Jika tahun lalu APBN menyiapkan dana 735 miliar kini menjadi Rp 500 miliar. Imam berharap anggaran itu juga bisa difokuskan untuk membiayai nomor pertandingan potensial medali pada Olimpiade 2020.

“Ini akan menjadi kesempatan untuk nomor-nomor unggulan Indonesia menuju Olimpiade, karena terbiayai dengan baik dan dapat mengikuti sejumlah uji coba ke luar negeri,” kata dia. Kendati menginstruksikan agar kontingen didominasi atlet muda, Imam tak memberikan sanksi kepada cabang olahraga yang bandel.

“Yang terpenting, pelatnas segera berjalan. Saya minta Komite Olimpiade Indonesia melakukan klasifikasi. Usai penetapan Surat Keputusan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional akan diketahui tingkatan atlet internasional, atlet regional, dan atlet nasional, karena ada catatan mereka meraih gelar juara di mana,” ujar Imam.

Related :  Renang Hari Ketiga IOAC 2018, Dara 16 Tahun Kembali Sumbang Emas Nomor 200 Meter Gaya Kupu-Kupu

Menpora menambahkan nomor-nomor pertandingan dalam Asian Games 2018 yang menyumbang medali emas bagi Indonesia, akan mendapatkan prioritas untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Saat ini, lanjut Menpora, baru 30 persen cabang olahraga, yang mengajukan proposal kegiatan pelatnas 2019.

Pada SEA Games nanti, kemungkinan ada 56 cabor yang diusulkan National Olympic Committee Filipina. Jumlah tersebut terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan SEA Games. Dengan penambahan itu, bulu tangkis yang sebelumnya tak masuk cabor yang di pertandingan, kembali masuk.

Tak hanya bulu tangkis, cabor atletik, taekwondo, karate, dan beberapa cabor unggulan Indonesia untuk mendulang emas di SEA Games, tertarik dengan ide dari pemerintah yang memprioritaskan atlet junior lebih dominan di dalam skuadnya. Sebab Indonesia sangat membutuhkan atlet muda untuk meregenerasi jangka panjang. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of