Senam Indonesia Akhirnya “Bangkit” Pada Pertandingan SEA Games 2017

0
2105
Pesenam putri Rifda Irfanaluthfi meraih perunggu dari nomor senam lantai dan medali emas di nomor balok keseimbangan.
Pesenam putri Rifda Irfanaluthfi meraih perunggu dari nomor senam lantai dan medali emas di nomor balok keseimbangan. Foto: liputan6.com

Atlet senam Indonesia tampil menawan di ajang SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Atlet  Senam Indonesia sukses meraih prestasi yang membanggakan, ini menandakan kebangkitan cabang senam Indonesia setelah mati suri selama 10 tahun.

“Persani (Persatuan Senam Indonesia) ini sudah mati suri selama 10 tahun, tidak ada yang mengurus. Nah, dua tahun terakhir ini kita gerakan kembali,” tutur Ketua Persani, Ilya Avianti saat ditemui tim Liputan6.com di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Kota Tangerang, dalam penyambutan atlet senam SEA Games 2017, Kamis (24/8/2017).

Di awal kebangkitannya, Ilya mengakui Persani mengalami kesulitan pendanaan. Tidak memiliki Tempat berlatih , alat yang dibutuhkan pun sangatlah minim. Maka tak heran bila para atlet ini berlatihnya pun berpencar di berbagai daerah di Indonesia.

Related :  Resmi Dilantik, PPS Betako MP Tangsel Periode 2017-2022

Hingga sampai akhirnya sebelum SEA Games, mereka masuk karantina atlet senam di Doha, Qatar. “Kami kirimkan atlet putra 7 orang, putri 4 orang dan pelatihnya 3 orang,” ujar Ilya.

Karantina pun membuahkan hasil, dari SEA Games, mereka dapat AAtket membawa pulang 7 medali untuk Indonesia. Yakni 1 medali emas, 2 medali perak dan 4 medali perunggu.

Dengan pencapaian ini, Ilya berharap atlet senam Indonesia harus mendapatkan pelatihan rutin minimal enam bulan. Hal ini dilakukan untuk penyempurnaan gerakan.

“Target dari Satlak Prima untuk senam di SEA Games hanya 1 perak, dan kita sudah bisa menyumbang 7 medali,” tutur Ilya.

Ketua Umum PB Persani, Ilya Avianti (tengah) menyambut kedatangan atlet senam Indonesia yang baru tiba dari SEA Games di Bandara Soetta, Kamis (24/8)

Dan itu persiapannya bukan 6 bulan, melainkan hanya dalam waktu relatif empat bulan saja, termasuk try out di Doha, satu bulan. Dengan demikian, Persani sangat mengharapkan adanya perhatian dari Pemerintah untuk memberikan fasilitas pelatihan bagi atlet.

Related :  Lima Ultras Suporter Sepakbola di Indonesia

Termasuk kesempatan try out mengikuti pertandingan, minimal dua kali pertandingan. “Sama seperti cabang olah raga lain, berikan kami fasilitas penunjang,” katanya.

Selain itu, Ilya juga berharap, pemerintah bisa membantu mereka mendatangkan pelatih asing, minimal untuk jangka waktu enam bulan. Begitu juga dengan fasilitas hall senam untuk Pelatnas.

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of