Slot Kosong Arsitek Timnas U-19, Diisi Fakhri Husaini Plus Plus ?

0
208
Status pelatih Timnas U-19 Indonesia masih kosong. Mungkinkah akan diisi oleh mantan Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini? Besar kemungkinan Fakhri akan ditempatkan sebagai pelatih Timnas U-19. Hal ini sesuai pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI, Djoko Driyono. (bolasport.com)
Status pelatih Timnas U-19 Indonesia masih kosong. Mungkinkah akan diisi oleh mantan Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini? Besar kemungkinan Fakhri akan ditempatkan sebagai pelatih Timnas U-19. Hal ini sesuai pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI, Djoko Driyono. (bolasport.com)

Jakarta- Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi merilis jajaran pelatih Timnas Indonesia di berbagai level usia. PSSI, melalui wakil ketua umum, Joko Driyono mengumumkan jajaran pelatih baru Timnas, pada sesi jumpa pers di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/12).

Ada 4 nama yang tercantum dalam pengumuman tersebut. 4 nama itu adalah Simon McMenemy, Indra Sjafri, Bima Sakti, dan Rully Nere. Simon bertugas melatih Timnas senior Indonesia, Indra menangani Timnas U-22, Bima Sakti menahkodai Timnas U-16, dan Rully Rene akan menjabat arsitek bagi Timnas Wanita Indonesia.

Namun, rilisan empat nama ini menimbulkan tanda tanya. Ada sosok Fakhri Husaini, yang justru menghilang dari jajaran nama pelatih tersebut. Padahal, mantan pelatih Timnas U-16 ini, terhitung paling berprestasi selama melatih Garuda Asia.

Pelatih yang ikonic dengan kumis dan topinya itu membawa Timnas U-16 angkatan Sutan Diego Zico menjuarai Piala AFF U-16 2018. Fakhri pun sukses membawa Timnas U-16 merengkuh trofi turnamen Jenesys U-16 2018 di Jepang. Selain itu, Fakhri membawa Timnas U-16 menembus babak perempat final Piala Asia U-16 2018.

Related :  Tak Pernah Menang dan Cetak Gol di Anniversary Cup 2018, Timnas U-23 Buka Loker Untuk Striker

Nama Fakhri, yang sempat santer dikabarkan naik kelas ke Timnas U-19, justru belum menemui kepastian. PSSI mengaku masih ingin melihat program dan profil pelatih lain. “Timnas U-19 belum bisa diputuskan, karena kesinambungan program,” ujar, Joko Driyono, pada Kamis (20/12).

Perkembangan Timnas U-19 dan Timnas U-16 pada 2018, mendapat perhatian khusus dari PSSI. Otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia itu berencana menyiapkan tim yang besar dalam persiapan, bahkan bisa jadi dibagi dalam tiga wilayah.

“Gagasan yang muncul ini mempertimbangkan talenta. Intinya, kami punya pemikiran bila Timnas U-16 dan U-19, tak hanya sekadar diisi 30 orang pemain saja,” kata Jokdri, sapaan Joko Driyono. Atas dasar itulah, PSSI menilai dua tim level junior itu, butuh tambahan ekstra pelatih.

Related :  Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16, Minim Prestasi Predikat Anak Asuh Fakhri Husaini

“Kami ingin talent pool 100 pemain, yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Hal itu dengan mempertimbangkan besaran potensi pesepak bola di Indonesia. Bisa saja, kelompok itu terbagi dalam tiga wilayah, barat, tengah dan timur. Potensi ke arah sana besar,” tuturnya melanjutkan.

Untuk saat ini, PSSI menetapkan mantan asisten Luis Milla di Timnas Indonesia, Bima, menukangi Timnas U-16. “Mungkin-mungkin saja, nanti ada enam pelatih untuk Timnas U-16 dan U-19, karena terdiri atas tiga grup,” ucap Jokdri, panggilan akrab Joko Driyono.

“Timnas U-16 dan U-19 dalam fase perkembangan. Penting melihat mereka mengangkat piala, tetapi dengan tak meninggalkan talenta yang ada,” ujarnya lagi. Timnas U-16 dan U-19 Indonesia memang tampil meyakinkan pada 2018. Mereka tampil apik di level Asia Tenggara, Piala AFF dan berhasil melaju ke putaran final Piala Asia. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of