Tak Terkalahkan, Mahasiswa Malang Sabet Juara GACC Chess Championship 2019 di Malaysia

0
395
Mahasiswa IKIP Budi Utomo, Malang, Ervan Mohamad menyabet gelar juara di ajang 23rd GACC Inter-Varsity Chess Championship 2019, yang berlangsung di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia meraih 9 poin dari 9 babak yang dimainkan, dan meraih predikat pecatur tak terkalahkan. (radarmalang.id)
Mahasiswa IKIP Budi Utomo, Malang, Ervan Mohamad menyabet gelar juara di ajang 23rd GACC Inter-Varsity Chess Championship 2019, yang berlangsung di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia meraih 9 poin dari 9 babak yang dimainkan, dan meraih predikat pecatur tak terkalahkan. (radarmalang.id)

Malang- Pecatur Indonesia, Ervan Mohamad mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mahasiswa IKIP Budi Utomo, Malang, memastikan diri sebagai juara pada turnamen internasional, yang digagas Federasi Catur Malaysia (MAS), dengan titel “23rd GACC Inter-Varsity Chess Championship 2019”.

Dalam keterangan resminya, Ervan menjadi juara pada ajang yang diselenggarakan di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, itu meski turnamen baru berakhir pada Sabtu (2/2). “Saya sudah pasti juara, sedangkan yang lain masih berebut untuk juara 2 dan juara tim,” ujar Ervan.

Menjadi jawara pada ajang internasional bukan perkara mudah. Mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) semester 3 ini harus melewati puluhan perwakilan dari luar negeri. “Lawan yang saya anggap berat adalah Thailand, serta Malaysia, yang bertindak sebagai tuan rumah,” ungkapnya.

Meraih 9 poin dari 9 babak yang dimainkan, ia meraih predikat pecatur tak terkalahkan, dan sukses meraup hasil 100% kemenangan. Selain menjadi juara, penyandang gelar internasional FIDE Master dengan Elo Rating (2362), juga berhasil menambah nilai Elo Ratingnya sebanyak 8,2 point.

Related :  Tim Putri Bola Basket Indonesia yakin Rebut Emas Pada SEA Games 2017

Turnamen GACC Chess Championship 2019 diikuti oleh sejumlah perwakilan dari beberapa negara. Mulai dari India, Thailand, Sri Lanka, Indonesia serta tuan rumah Malaysia yang menurunkan banyak pecaturnya. “Saya bahagia karena dari 73 pemain yang berpartisipasi dari berbagai negara, saya berhasil meraih juara,” tuturnya.

Ervan berharap kedepannya muncul mahasiswa berprestasi, terutama dari IKIP Budi Utomo. Dia pun berpesan agar mahasiswa yang lain tetap belajar dengan rajin dan maksimalkan apa yang menjadi hobi dan bakatnya. “Mahasiswa IKIP Budi Utomo juga bisa berkiprah di ajang internasional,” bebernya.

Sejak awal kariernya, Ervan berulang kali membawa nama Indonesia berkiprah di ajang internasional. Ervan mengikuti turnamen pertamanya pada saat menginjak kelas IV SD, yakni Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2003 di Pamekasan. Pada event pertamanya itu, pemuda kelahiran Probolinggo, 15 Mei 1992 ini langsung menyabet medali emas.

Related :  Tekad PT United Tractors Tbk. Lahirkan Grandmaster Catur Unggulan Indonesia

Kiprahnya berlanjut ke jenjang lebih tinggi yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Mulai dari Kejurnas yang digelar di Surabaya, Karawang, Tarakan, hingga Batam. Sejak 2008, Ervan mendapatkan kepercayaan untuk mewakili negara di ajang internasional, salah satunya SEA Games 2013.

Pada tahun yang sama, ia mendapat gelar FIDE Master dari federasi catur dunia, Federation Internationale des Echecs (FIDE). Sementara itu, Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi mengaku bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswanya. Prestasi itu menunjukkan IKIP Budi Utomo memiliki reputasi di kancah internasional.

“Untuk perstasi Ervan, IKIP Budi Utomo akan memberi perhargaan sebagai salah satu mahaiswa berprestasi, dengan bantuan beasiswa untuk percepatan studi, yang di berikan oleh Yayasan Ibu Khadijah Malang,” terangnya.

“IKIP Budi Utomo sudah bereputasi internasional yang banyak di buktikan dari berbagai kegiatan dan pretasi internasional. Hal itu menunjukan sebuah tata kelola yang tidak saja menjamin secara internal, tapi juga transnasional,” pungkasnya. (Adt)

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of