Tampil di Asian Games, Palestina Selalu Kesulitan Saat Melawan Tim Asia Tenggara

0
514
Bek sekaligus kapten Palestina U-23, Abdallatif Albahdari (putih), akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+5 ke gawang Laos, dan membawa timnya menang denga skor akhir 2-1, di laga fase Grup A Asian Games 2018. (pikiran-rakyat.com)
Bek sekaligus kapten Palestina U-23, Abdallatif Albahdari (putih), akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+5 ke gawang Laos, dan membawa timnya menang denga skor akhir 2-1, di laga fase Grup A Asian Games 2018. (pikiran-rakyat.com)

Jakarta- Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Partisipasi itu terjadi di tahun 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014. Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970.

Merah putih juga lolos ke fase 16 besar di Asian Games 2014. Prestasi terbaik yang pernah diukir tim garuda adalah saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 di Manila, Timnas gagal merebut peringkat ketiga, setelah kalah 4-5 dari Myanmar.

Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu, pada Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang, usai menekuk India 4-1. Lalu, Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, ketika itu Robby Darwis dkk. harus takluk 0-5 dari Kuwait.

Berbeda dengan tim merah putih, meraba kekuatan Palestina dari tahun ke tahun, mereka tak sekali pun meraih kemenangan jika menantang kontestan dari Asia Tenggara. Di Asian Games 2002, Palestina tergabung dengan tiga tim besar sekelas Jepang, Bahrain, dan Uzbekistan.

Related :  Ratusan Atlet Bersaing di Test Event, Cabang Kurash Incar Satu Medali Emas Asian Games 2018

Palestina tak mampu meraih poin dan menjadi juru kunci Grup D Asian Games 2002. Berlanjut pada 2006, Palestina kembali menjadi juru kunci Grup C yang berisi Thailand, Kuwait dan Kirgistan. Kala itu, Palestina dipaksa menyerah dari Thailand, dengan skor tipis 1-0 Stadion Al-Rayyan, Qatar.

Ini jadi tahun tersuram bagi Palestina, yang selalu kalah dan tak mencetak satu gol pun. Asian Games 2010, Palestina kembali gaagal di fase grup. Menjadi peringkat ketiga diantara Korea Utara, Korea Selatan, dan Jordania, jadi prestasi terbaik Palestina kala itu. Lalu, Asian Games 2014 menjadi titik balik kebangkitan.

Meski kalah dari Singapura dengan skor 1-2, di Stadion Ansan Wa, Korea Selatan, Palestina sukses tampil sebagai juara Grup C kala itu. Namun, aksi Palestina terhenti di babak 16 besar, setelah ditekuk Jepang dengan skor akhir 0-4.

Di babak fase grup Asian Games 2018, 25 tim cabor sepak bola tengah berusaha untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Tim-tim di Grup A sudah bertanding sejak tanggal 10 Agustus. Sementara itu, tim-tim di grup lain baru bertanding mulai 14 Agustus. Regulasi laga si kulit bundar di ajang multi event ini pun sudah diketuk.

Related :  Asian Games 2018 - Day 7

Di babak fase grup, pihak panitia penyelenggara telah menentukan aturan yang dipakai andai ada dua tim atau lebih, memiliki jumlah poin sama di klasemen akhir. Selisih gol menjadi penentu paling utama, bila terdapat poin yang sama. Faktor kedua, yakni keunggulan sisi produktivitas tim yang bersangkutan, bila selisih golnya sama.

Bila ada tim yang masih sama juga jumlahnya, maka format head to head antar kedua tim, yang menjadi pertimbangan. Babak fase grup Asian Games 2018 cabang sepak bola rencananya akan bergulir hingga 20 Agustus. Setelah itu, fase knock-out dimulai pada 23 Agustus. (Dre)

Peforma Palestina Berhadapan Tim asal Asia Tenggara di ajang Asian GamesĀ 
28 November 2006
Palestina 0-1 Thailand

21 September 2014
Palestina 1-2 Singapura

Apa komentarmu?

avatar
  Subscribe  
Notify of