Bola Basket: Mendengarkan Lagu, Adalah Cara Ottu Menghilangkan Rasa Grogi Sebelum Bertanding

Rodmundus-Ottu-Ray-saat-berlaga-di-IBL-Seri-Surabaya-tahun-2016

Bernama panjang Rodmundus Ottu Ray atau Ottu, merupakan atlet basket asal Surabaya yang mengikuti ajang POMNas 2017 lalu. Di tahun 2016 lalu, Ottu sempat mendapatkan pengalaman berharga menjadi pemain Rookie untuk pertama kalinya. Ia pun harus mengatasi rasa kikuk, atau menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding dengan para pemain-pemain kawakan yang lebih berpengalaman. “Tahun 2016 merupakan tahun pertama bagi saya sebagai Rookie di tim CLS Knights Surabaya, yang bermain dalam liga professional. Bangga sih bisa main di kasta tertinggi basket Indonesia, dan sempat grogi berdampingan sama pemain-pemain yang jago dan berpengalaman. Bagi saya, cara mengatasi groginya ya tetap fokus saja sih gak usah banyak mikir macem-macem, pokoknya bermain maksimal. Lakukan apa yang sudah di rencanakan, dan selalu ingat intruksi dari pelatih. Saya juga terus berdoa, dan untuk menjaga ketenangan dengan mendengarkan lagu untuk menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding,” ucapnya Cukup panjang perjuangannya mengenal olahraga bola basket, Ottu tertarik dengan basket sejak kelas 5 SD, dan ternyata, mahasiswa Ekonomi Universitas Surabaya ini jatuh hati pada bola basket, karena pengaruh dari sang kakak. Selain liga POMNas, Ottu juga mengikuti berbagai kejuaraan seperti Kejuaraan nasional u-16 dan u-18, PORPROV, PON, juara di IBL 2016 bersama tim CLS Knight. Sudah 11 tahun, Ottu menekuni bola basket yang ia awali dengan masuk club basket Casper di Jakarta. “Awal basket itu karena pengaruh kakak saya sih, dulu saya hanya ikut-ikutan nonton basket kakak saya kalau pas tanding, lalu saya tertarik dengan basket, dan akhirnya di masukin club pas kelas 5 SD. Nama club nya Casper Jakarta. Sekolah saya dulu ga ada ekskul basket, jadi saya fokus di club,” tutup Ottu kepada nysnmedia.com (put/adt)

Walaupun Cedera, Gadis Ini Tetap Gigih Bertanding Bola Basket Dan Membawa Pulang Medali Sea Games 2017

Agustin-Gradita-saat-berlaga-di-Surabaya

Membawa pulang medali emas, merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap manusia, khususnya para atlet. Hal itu pernah dirasakan oleh dara cantik asal Jakarta saat bertanding bola basket, gadis ini bernama lengkap Agustin Gradita atau yang biasa disapa Dita. Dita dan tim basketnya telah berhasil menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Dita berbagi cerita kepada nysnmedia.com, bahwa awal mula mengikuti basket pernah ragu, pasalnya meski dahulu ia menekuni taekwondo, kini dirinya telah membuktikan prestasi pada cabang olahraga basket. “Awalnya, saya disuruh orang tua saya untuk ikut basket. Padahal awalnya saya ikut taekwondo tapi karena ada satu pertandingan dimana temen saya ada yang nendang musuh sampai berdarah dan pada saat itu juga, saya di suruh berenti, lalu ikut basket. Yaudah saya ikut aja karena papa saya selalu serius untuk olahraga,” tuturnya Selain POMNas 2017, Dita juga memenangkan 2 medali perak Asean School Games, 1 medali perak Asean University Games dan Sea Games mendapatkan medali perak dan medali perunggu. Saat ajang Sea Games, Dita juga menuturkan perasaan bangga ketika membawa nama Indonesia masuk ke peringkat ketiga setelah lebih dari 20 tahun tidak menang dalam cabang olahraga basket. “Ya yang paling berkesan sih saat bisa dapat medali perak Sea Games 2015 karena Indonesia baru itu mendapat medali di Sea Games setelah 20 tahunan gitu jadi berkesan banget dan bersyukur” ucap mahasiswi Universitas Bakrie Jakarta ini. Prestasinya bukan tanpa perjuangan dan hambatan, Dita juga pernah mengalami cedera dibagian sikunya ketika ingin berangkat Sea Games 2017 lalu di Malaysia. Namun karena keterbatasan waktu, Dita berangkat dan tetap bertanding bola basket dalam kondisi cedera. “Iya jadi saat mau sea games 2017 kemarin di Malaysia, saya cedera 3 hari sebelum berangkat. Lalu saya periksa ke dokter, tapi pas saya mau minta cek MRI, dokternya bilang gak usah, nanti malah saya gak berangkat. Jadi pas tanding saya nahan sakit, tapi tangan saya di balut pakai deker dan tapping gitu. Pas main masih bisa di tahan lah sakitnya. Kan ada adrenaline juga di dalam diri saya, dan sakitnya jadi gak kerasa. Namun setelah main baru terasa,” tutupnya. (put/adt)

UPH Di Anggap Berpeluang Raih Juara Reguler Pada Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017

Prim-A-Greater-Jakarta-Conference-2017

Tim basket putri Universitas Pelita Harapan (UPH) masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di babak reguler Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Apakah UPH berpeluang menjadi juara di babak reguler ini? Dalam tiga pertandingan terakhir, UPH berhasil mengakhiri pertandingan dengan trend positif. Menang dengan perolehan angka yang telak sudah menjadi makanan pokok bagi anak-anak Tangerang ini. Menurut data statistik Liga Mahasiswa Basketball, UPH selalu unggul perolehan angka dibanding tim yang lain yang juga memenangkan pertandingan di hari yang sama. Di pertandingan keempat UPH bertemu dengan Universitas Trisakti (Usakti) yang di helat di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Kamis (26/10/2017). Anak asuh dari coach Daniel R. Gondosaputro ini langsung tancap gas di kuarter pertama, Usakti tak mampu berbuat banyak. UPH unggul dengan skor 17-3. Di kuarter kedua UPH kembali menunjukan ketangguhannya, bermain dengan gaya menyerang sejak menit awal selalu ditunjukan oleh para srikandi UPH, hasilnya UPH kembali unggul dengan skor 16-6. Di kuarter ketiga sebenarnya Usakti mampu menekan permainan UPH. Kedua tim saling mengejar poin. Troylita Sarah (13) dari Usakti dan Kapten Hidayat Shaquilla (11) dari UPH keduanya seakan berlomba mengumpulkan poin. Kedua pemain ini masing-masing membuat empat kali tembakan dua poin pada kuarter ketiga. Kuarter keempat menjadi mimpi buruk bagi Usakti. Pasalanya, para pemain selalu membuat kesalahan-kesalahan kecil yang berakibat fatal. Hal ini dimanfaatkan baik oleh para pemain UPH. UPH telah berada di atas awan, anak asuh coach Daniel R. Gondosaputro itu bagai senjata penghancur di babak reguler Liga Mahasiswa Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Siapa yang bisa mengalahkan UPH? (pah/adt)

Review Bola Basket Merek Molten, Harga Terjangkau Dengan Kualitas Super

BGM7X_AD__Bola_basket_merk_molten

Mungkin anda pernah menggunakan atau mendengar bola basket merk Molten. Namun berasal dari mana dan apa saja kelebihan dari Molten sehingga menjadi pilihan masyarakat Indonesia? Molten merupakan perusahaan dari Jepang yang memproduksi bola untuk basket, voli dan olahraga tangan lainnya. Untuk olahraga basket, Molten sudah resmi digunakan pada berbagai olimpiade seperti di Los Angeles (1984), Seoul (1988), Barcelona (1992), Atlanta (1996), Sydney (2000), Athens (2004), Beijing (2008) and London (2012). Tak hanya itu, Molten juga diresmikan sebagai bola basket yang digunakan oleh the International Basketball Federation (FIBA). Tak hanya itu, PERBASI juga sudah resmi menggunakan Molten dalam ukuran 6 dan 7. Molten memiliki pola khusus untuk bola basket yaitu dengan jumlah 12 panel yang menjadi pembeda dari merek bola basket lain yang memiliki 8 panel. Memiliki banyak pilihan jenis, kualitas dan harga menjadi faktor utama Molten yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Molten mempunyai 3 jenis bahan yang berbeda yakni: A. Full Leather Merupakan bahan kulit asli. Namun bahan ini kurang cocok untuk negara iklim tropis seperti Indonesia karena bahan akan mudah terkelupas B. PU Leather Merupakan bahan dari kulit sintesis yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan lebih nyaman. Bahan seperti ini cocok digunakan untuk lapangan indoor maupun outdoor C. PVC Merupakan bahan dari kulit sintetik namun lebih keras daripada bahan PU Leather. Selain 3 bahan tersebut diatas, ada juga jenis-jenis tipe dari merk Molten seperti GM5X,GG6X,GG7X, GG7 dan masih banyak lagi. Jenis tersebut memiliki harga yang berbeda-beda. Dalam website gudangbola.com, harga untuk bola basket Molten berkisar mulai dari Rp. 175.000 hingga Rp.1.500.000. Dengan banyaknya pilihan dan variasi harga, bola basket ini dianggap terjangkau untuk didapatkan sesuai dengan budget yang anda punya. Kelebihan dari bola basket Molten adalah daya tahan bola yang dapat dikatakan awet dan grip yang bagus dan juga sangat nyaman digunakan ketika dribble. Namun, pada umunya bola basket Molten lebih aman untuk digunakan pada lapangan indoor terutama lapangan yang bersih karena jika digunakan dalam lapangan outdoor, bola ini memiliki kelemahan yaitu mudah licin sehingga tidak enak digunakan, selain itu mengingat karakteristik lapangan outdoor yang cenderung mudah kotor dan berdebu, akan membuat bola basket ini juga mudah tertempel debu. (put/adt)

Joan Putri Callista, Terpilih Untuk Mengikuti Seleksi Basket Di Surabaya

Joan Putri Calista pemain basket putri dari Ora Et Labora, yang akan mengikuti seleksi DBL All Star di Surabaya November mendatang.

Perlu di ketahui perhelatan dari ajang Honda DBL (Development Basketball League) yang di gagas oleh salah satu brand ternama, telah menjadi ajang satu-satunya yang di tunggu oleh pelajar setara SMA (sekolah menengah atas) yang tersebar di berbagai daerah. Dari penilaian yang terbaik dalam kompetisi, ataupun kategori suporter yang kreatif. Menjadi anak yang aktif sejak kecil, sosok Joan Putri Callista memilih menyalurkannya tenaga dan hobbynya dengan bermain basket. Gadis belia yang akrab dengan sapaan Joan ini masih bersekolah di Ora Et Labora BSD Tangerang Selatan, dan akan segera mengikuti seleksi basket DBL yang diadakan di Surabaya sebagai pintu terakhir untuk dikirim ke Amerika Serikat. “aku tuh gak bisa diem suka gerak-gerak. Terus di sekolah ekskul yang suka gerak itu cuma futsal sama basket. Walau aku sempat main futsal tapi aku fokusnya ke basket” tutur Joan kepada nysnmedia.com. Ketertarikan kepada olahraga basket sudah ia rasakan sejak kelas 1 SD, hingga saat ini. Joan sudah mengikuti berbagai pertandingan antar club basket, antar sekolah, kejuaraan nasional seperti Popda, Popnas dan Popwil hingga ke DBL Indonesia. Cewek periang ini menuturkan pengalamannya ketika mengikuti DBL Indonesia. Joan dan tim masuk hingga Fantastic Four. Namun, pertandingan tersebut tidak berjalan mulus. “Saat quarter pertama itu, aku udah foul 3 kali, mainnya juga sudah banyak foul. Jadi kita main untuk mencegah teman-teman yang lain untuk out,” sesal Joan.(put/adt)

Pengalaman Cedera Tak Meruntuhkan Semangat Gery Untuk Toreh Prestasi di Bola Basket

Geraldio-Nahumury-Basket-DBL

Geraldio Nahumury atau yang biasa di panggil Gery adalah atlet basket dari sekolah Ora Et Labora BSD Tangerang Selatan. Gery yang sudah mengikuti beberapa kejuaraan basket, menceritakan pengalaman cedera saat mengikuti Popda 2016 lalu. “Waktu saya mau nembak three point 3 angka, tiba-tiba lawan saya mukul perut saya dan saya mengalami cedera serius,” katanya Meski ia tidak bisa melanjutkan permainan, Gery dan tim sudah memenangkan juara 2 dalam ajang Popnas pada tahun 2016 lalu, dengan mewakili nama Kota Tangerang Selatan. Pengalaman cedera tersebut tak menghalangi prestasi Gery dalam bermain basket. Gery telah banyak mengukir prestasi dengan mendapatkan peringkat 8 pada ajang DBL Indonesia, bahkan ia akan segera mengikuti seleksi DBL di Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, terhitung sejak tahun 2011 lalu, sosok Gery giat mengikuti kejuaraan basket tingkat nasional. Ia mengaku mengikuti jejak sang kakak untuk bermain basket “Awalnya sih suka main futsal, tapi sejak kelas 6 SD, akhirnya ikut kakak main basket. Sampai sekarang jadi fokus ke basket” ucapnya Cowok yang berusia 17 tahun ini juga menuturkan kepada nysnmedia.com, tentang ketertarikannya pada basket “Buat saya pribadi saya suka olahraga yang main fisik, otak dan juga strategi, dan semua itu ada di olahraga basket,” tuturnya.(put/adt)

Serunya DBL Seri Tangerang, Sebanyak 63 Tim Basket Tingkat SMA Turut Berlaga

DBL-seri-Tangerang

Tidak kalah seru dengan seri Jakarta sebelumnya, Honda Developmental Basketball League (DBL) seri Tangerang juga berjalan ‘panas,’. Setelah seminggu berjalan ketat, pertandingan puncak tim basket tingkat SMA di GOR Dimyati Tangerang, Sabtu (06/10). SMA UPHC berhasil menyabet dua gelar juara pertama untuk kategori tim putra dan putri. Tim putra UPHC berhasil mengalahkan SMAN 2 Tangerang dengan poin 62 – 57, sedangkan tim putri UPHC ‘tekuk’ SMA Tarakanita Citra Raya dengan poin 43 – 16. Honda DBL sebagai liga pertandingan bola basket tingkat SMA menjadi liga paling bergengsi ditingkat nasional dan tingkat regional Jakarta dan Tangerang. Ditingkat regional Jakarta dan Tangerang, antusias tim basket tingkat SMA sangat besar menantikan pagelaran akbar tahunan ini. Terdata sebanyak 63 tim bola basket SMA ikut berlaga di seri Tangerang. Ke 63 Tim tersebut diantaranya terbagi 31 tim bola basket putra dan 32 tim bola basket putri. “Sejak pertama kali digelar pada 2008 silam, setiap tahun antusias tim bola basket SMA di Jakarta dan Tangerang meningkat ikuti pertandingan. Honda DBL merupakan bukti konsistensi Honda dalam mencari bibit terbaik bola basket mulai dari sekolah,“ papar Head of Marketing Communication Wahana, Andra Friyandana. Ditambahkannya, Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) menegaskan akan terus dukung komitmen pembangunan olah raga bola basket dari tingkat sekolah. Wajar jika Honda DBL menjadi liga pertandingan yang paling ditunggu tim basket tingkat SMA di Jakarta dan Tangerang. Pada ajang ini akan dipilih 12 pemain putra dan 12 putri terbaik masuk menjadi Honda DBL Indonesia All Star yang akan berkesempatan berlatih di Amerika langsung oleh pemain NBA dan atlet kelas dunia. Tidak hanya pemain, pelatih tim juga memiliki kesempatan yang sama untuk pergi dan melihat langsung tim – tim bola basket profesional di negeri ‘paman sam’ tersebut.(pah/adt)

Honda DBL 2017: SMA Negeri 1 Telukkuantan Maju ke Semifinal

Pemain SMAN 2 Pekanbaru Khairunnisa Salsabila (putih) dihadang pemain SMAN 1 Telukkuantan Desti Nafizah Marlian (kiri) dan Crissa Arianto (kanan) pada ajang Honda DBL Riau Series 2017, Gelanggang Remaja Pekanbaru, Senin (9/10/2017).(Foto: Defizal/Riau Post)

Berhasil meraih tiket ketiga fantastic four Honda DBL Riau Series 2017 Tim basket putri SMA Negeri 1 Telukkuantan berhasil maju ke Semifinal. Tim yang pernah meraih champion 2015 melaju ke babak semifinal dengan status juara Grup C usai mengalahkan SMAN 2 Pekanbaru dengan skor 11-7. Di kutip dari dblindonesia.com, Pada pertandingan babak penyisihan Grup C yang digelar di Gelangggang Remaja, Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (9/10) antara kedua tim berlangsung ketat. SMAN 1 Telukkuantan yang diasuh pelatih Fikar Apriandi tersebut tidak mampu mendulang satu poin pun di babak pertama dengan skor 0-3. Namun di babak kedua mereka mampu bangkit dan mendominasi laga tanpa memberi kesempatan bagi SMAN 2 Pekanbaru untuk menambah angka. Sehingga skor berbalik, SMA Negeri 1 Telukkuantan unggul dengan skor 8-3. Meskipun unggul,SMAN 2 Pekanbaru mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 8-4 melalui free throw. Sengitnya laga antara kedua tim yang sama-sama unggul di kuarter pertama tersebut kembali terjadi di kuarter terakhir. Kedua tim hanya mampu menambah masing-masing tiga angka sehingga SMA Negeri 1 Telukkuantan meraih kemenangan dengan skor 11-7. kurang maksimalnya penampilan Smansa Telukkuantan akibat mereka Kurang fokus. Sehingga Fikar Apriandi akan melakukan pembenahan di beberapa lini agar di babak fantastic four mereka mampu meraih kemenangan. Apalagi mereka dipastikan berhadapan dengan SMA Negeri 1 Pekanbaru yang meraih gelar champion sebelumnya. “Di laga semifinal nanti, anak-anak harus bisa menjaga fokus. Karena kalau tidak fokus, strategi apapun tidak akan bisa dijalankan dengan baik. Meskipun begitu kami yakin bisa lolos ke final, asalkan kekurangan hari ini bisa dibenahi di laga berikutnya,” ujar Fikar.  

Honda DBL 2017: Tim Putri SMA Negeri 8 Pekanbaru Pegang Kunci 4 besar

Pemain SMAN 8 Pekanbaru - A (putih) berusaha melepaskan diri dari pemain SMKN 1 Pangkalan-kerinci pada laga Loop 3x3 Competition, Senin (9/10/2017).(Foto: Defizal/Riau Post)

Kompetisi Basket tahunan antar Sekolah yang di selenggarakan oleh Honda selalu menarik perhatian. Riau menjadi salah satu provinsi tempat Honda DBL mencari calon pemenang untuk maju ke tingkat Nasional melawan tim Provinsi lain. Di kutip dari dblindonesia.com, Competition Honda DBL Riau Series 2017 yang berlangsung di Gelanggang Remaja Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tim basket 3×3 putri SMA Negeri 8 Pekan baru berhasil merebut satu tiket terakhir semifinal kompetisi Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017. Di perempatfinal yang berlangsung, Senin (9/10), SMAN 8 Pekanbaru berhasil menumbangkan tim putri SMK Negeri 1 Pangkalankerinci dengan skor 4-2. Tim putri SMA Negeri 8 Pekanbaru yang diperkuat Aurelia Putri Anggini, Amalia Salina, Athaya Mutiara D, dan Wendelina Alexia tersebut harus melakoni laga sengit di babak delapan besar kemarin. Kesulitan menghadapi tim lawan disebabkan Kurangnya jadwal latihan dan jam terbang yang mereka miliki. Apalagi tim putri SMK Negeri 1 Pangkalankerinci yang diperkuat oleh Elisa Veronika H, Wahyuni, Tantri Sabrina dan Lastri tidak mau mengalah begitu saja. Mereka sudah menargetkan kemenangan di laga kemarin meskipun tak dapat di elak hasil akhir bertuan kepada SMAN 8 Pekanbaru. Usai laga, kapten tim SMA Negeri 8 Pekanbaru Aurelia Putri Anggini mengaku kesulitan mencari poin diawal laga. Faktor komunikasi dinilai masih buruk sehingga kerjasama mereka diawal laga juga kurang bagus. “Dari laga ini kami menyadari kami masih kurang komunikasi. Mungkin karena jadwal latihan kurang maksimal yang membuat kami juga tampil kurang bagus. Untuk laga berikutnya kami akan melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan hari ini,” ujarnya. Sementara itu di babak semifinal kompetisi Loop 3×3 Competition, Honda DBL Riau Series 2017, tim putri SMA Negeri 8 Pekanbaru akan menghadapi tim putri SMA Negeri 9 Pekanbaru untuk merebutkan satu tempat di final Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017.

SMAN Binsus Lolos Semifinal Honda DBL Riau Series 2017

SMAN Binaan Khusus (Binsus) Dumai lolos ke babak semifinal Honda DBL Riau Series 2017. Binsus menjadi tim kedua yang lolos pada semifinal setelah berhasil mengalahkan SMA Negeri 5 Pekanbaru dengan skor 16-14 di Gelanggang Remaja, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu(8/10). Seperti yang dilansir dblindonesia.com (09/10/2017), Mereka sempat tertinggal di kuarter pertama dan kedua karena dengan skor 3-7 dan 5-8. Beratnya laga membuat kedua tim hanya menambah dua poin di kuarter keempat dengan skor 12-12. Hingga tiga menit berlalu, belum satupun skor tercipta. Perjuangan tim asuhan pelatih Friandra tersebut begitu dramatis. Hingga akhirnya shooting terukur dilakukan pemain nomor punggung 13, Tiara Ersa Utari berhasil membawa Binsus meraih kemenangan dengan skor akhir 16-14. Kemenangan pun disambut haru para pemain, termasuk Tiara. Ia mengaku sangat senang bisa membantu timnya lolos ke semifinal. Penampilan Binsus ini kali pertama di Honda DBL Riau Series, setelah mereka datang dari kota Dumai. “Saya sangat senang bisa masuk ke babak empat besar. Kami tidak ingin mengecewakan semua yang telah mendukung kami,” tuturnya menurut lansiran dari dblindonesia.com Pelatih SMAN Binsus Dumai, Friandra didampingi Manajer Tim Nur Azmi, mengaku sangat bersyukur atas kemenangan tersebut. Faktor mental yang kuat membuat pemain berupaya hingga detik terakhir dengan kemenangan. Friandra menambahkan walau menang, masalah ketenangan dalam bermain harus dibenahi. Begitu juga dengan shooting dan deffence harus disempurnakan lagi.

Honda DBL 2017: Perjuangan SMA Darma Yudha B Pekanbaru Berbuah Manis

Tim basket 3×3 putra SMA Darma Yudha B Pekanbaru menang atas SMAN 1 Tandun dan sukses kantongi tiket terakhir babak semifinal Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017. Tim yang diperkuat Gary Leonard Isak Putra, Richkho Efendi, Eric Kurniawan dan Elvando Tanely tersebut berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 6-4. Di kutip dari dblindonesia.com, Pada pertandingan ini SMA Darma Yudha B harus bekerja ekstra untuk mengimbangi permainan dari tim lawan, SMAN 1 Tandun. Pasalnya SMAN 1 Tandun yang diperkuat Zacky Arabbi Akbar, Muhammad Alamsyah Sidik, Rio Agency dan Rizki Agustri juga bermain bagus di laga kemarin. Pada pertandingan yang digelar di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Ahad (8/10), kedua tim berlaga sengit. Bahkan saling kejar poin juga mewarnai laga ini. SMAN 1 Tandun sempat unggul atas SMA Darma Yudha B dengan skor 3-4. Namun Gary Leonard dan kawan-kawan mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Sisa 14 detik, tim SMA Darma Yudha B melakukan percobaan dari garis three point, namun gagal. Gary Leonard menjadi penyelamat timnya dengan tambahan dua poin di detik-detik terakhir pertandingan. Usai laga, Leonard bersyukur timnya bisa menyudahi laga dengan hasil yang memuaskan. “Namun kami harus membenahi beberapa sisi agar nanti di semifinal bisa tampil sebaik mungkin untuk meraih kemenangan. Mudah-mudahan kami lolos ke final,” harapnya. Pertandingan selanjutnya, tim putra Dharma Yudha B Pekanbaru akan berhadapan dengan SMA Dharma Loka yang sudah terlebih dahulu merebut satu tiket semifinal Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017.

Ingin Masuk UPH, Dara Cantik Ini Fokus Dengan Olahraga Basket Sebagai Tiket Masuk Jalur Prestasi

vania-pembasket-cantik

Siapa yang tidak jatuh hati kepada wanita cantik yang mempunyai bakat olahraga dan prestasi di olahraga. Apalagi di olahraga basket, mempunyai postur tubuh yang tinggi pasti akan menjadi pusat perhatian para kaum adam ditambah paras cantiknya. Seperti pebasket cantik yang bernama lengkap Vania Valencia. Vanval sapaan akrabnya. Yang saat ini masih tercatat sebagai murid di sekolah menengah atas Stella Duce, Yogyakarta mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa mulai menyukai olahraga terpopuler di Amerika Serikat ini sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Aku sendiri terjun ke olahraga basket sejak SMP kelas 1. Tapi, awalnya cuma ikut ekskul aja, terus karena di SMP ada event JRBL (Junior Basket League), akhirnya pengen bisa jadi pemain JRBL dan mulai seriusin basket,” terang Vania. Setelah itu, Vanval terus berlatih keras. Hasilnya, pada tahapan seleksi JRBL, dirinya dapat lolos menjadi JRBL di sekolahnya. “Sampai akhirnya ada seleksi basket JRBL dan akhirnya kepilih untuk game JRBL pertama terus dapet Champion. Setelah itu, lanjut ikut seleksi Kejurnas, Popda, Porda,” ucapnya. A post shared by Vania Valencia (@vaniavalencia8) on Sep 4, 2017 at 1:59am PDT Setelah SMP, Vanval mulai bisa masuk ke tim DBL dan berhasil menjadi juara. Sekarang, Vanval mulai fokus untuk menyasar beasiswa basket di Universitas ternama yakni UPH. “Saat ini, aku ingin kembangkan diri dan terus berlatih karena aku pengen masuk UPH. Aku, lagi nyasar beasiswa dalam olahraga basket, karena aku punya passion di basket. Rencana bulan November, aku ikut beasiswa di UPH semoga moga dapet jalan di UPH,” terang pebasket cantik ini. (pah/adt)

Final Yang Ditunggu-tunggu, Duel Jonatan Christie vs Anthony Ginting di Korea Open Super Series

Duel antara Jonatan Christie dengan Anthony Ginting di final Korea Open Super Series 2017 akhirnya bisa meningkatkan optimisme Indonesia. Negara ini kembali punya masa depan cerah di nomor tunggal putra. Harapan Indonesia untuk punya tunggal putra papan atas setelah Taufik Hidayat pensiun, akhirnya dilimpahkan ke nama-nama seperti Jonatan, Anthony, dan Ihsan Maulana Mustofa. Itu semua berkat performa apik mereka di Piala Thomas 2016. Namun usai Piala Thomas tersebut, performa mereka dalam tunggal putra muda Indonesia sempat menurun. Hingga akhirnya Jonatan dan Anthony yang mampu menciptakan All Indonesian Final di Korea Super Series. Jonatan lawan Anthony ini membuat Indonesia kembali memiliki juara super series untuk pertama kalinya setelah  April 2016 lalu, Sony Dwi Kuncoro memenangi Singapura Super Series. Anthony sendiri dalam menuju babak final di Korea Open Super Series telah menaklukkan sejumlah pemain unggulan seperti Ng Ka Long Angus dan pebulutangkis nomor satu dunia, Son Wan Ho. Sedangkan langkah Jonatan terbilang bagus juga dalam menuju babak final. Dia sukses menyingkirkan Lee Hyun Il dan Wang Tzu Wei. Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendri Saputra gembira. Dia mengaku ini merupakan hasil latihan selama ini. “Puji Tuhan karena awalnya target mereka adalah babak semifinal namun melihat drawing yang ada, saya juga punya keyakinan mereka bisa melaju lebih dari itu dengan catatan bisa bermain bagus,” kata Hendri yang dilansir dari CNNIndonesia.com. Hendri menambahkan juga bahwa Jonatan dan Anthony terkadang masih menunjukkan tidak konsisten dalam bertanding. Namun, secara umum sudah ada peningkatan kualitas dalam permainan. Hal itu terlihat dari segi teknik dan strategi mereka. Final super series ini merupakan pertandingan pertama bagi Anthony dan Jonathan. Maka dari itu, duel ini juga akan berakhir pada titel super series perdana bagi salah satu dari mereka.

SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus Big 8 pada Ajang Honda DBL Bali

Tim putra SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus big 8 (delapan besar). Ini adalah prestasi terbaik tim putra Sisma sepanjang sejarah Honda DBL Bali Series. Menurut lansiran dblindonesia.com (13/09/2017), Sisma telah menunggu tujuh tahun untuk kembali maju ke kelompok elite Honda DBL Bali Series. Pasalnya, saat 2010, setelah masuk final party dan menjadi runner up. Baru tahun ini dapat big eight. Pasukan asuhan Bayu Sena Putra berhasil mengalahkan SMA Saraswari 1 Denpasar (SLUA) dengan skor 31-15. Meski menang, Bayu mengatakan tim belum sepenuhnya maksimal. Contoh dalam hal finishing masih buruk, under basket, banyak shooting airball, dan defense pun harus  dibenahi.

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas Triska Di Honda DBL Bali

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas SMKN 3 Denpasar (Triska) dengan skor 27-18 di playoff kemarin. Dengan hasil tersebut, tim Soverdi lolos big eight dan akan melawan SMAN 1 Negara (Smansa). Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), euforia pertandingan di Honda DBL Bali kemarin cukup tegang. Kedua belah pihak sama-sama bersikeras untuk bisa memenangkan pertandingan. SMKN 3 Denpasar sedikit lebih unggul pada dua kuarter awal. Setelah di kuarter tiga dan empat, Soverdi menjadi lebih baik dan berhasil memenangkan pertandingan. Pelatih Tim Basket Putra Soverdi, I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara mengatakan pertandingan anak asuhnya tersebut lebih baik dari pertandingan pertama melawan SMKN 3 Denpasar di grup G. Permainan mereka sudah lebih baik. Namun, masih jauh dari kata sempurna. Tim masih kurang di komunikasi antar pemain serta belum bisa mengambil keputusan di lapangan. Sedangkan di sisi pihak Pelatih Tim Basket Putra SMKN 3 Denpasar Rahmat Syafii mengaku permainan anak asuhnya hancur kali ini. Mereka bermain tidak sesuai intruksi yang diberikan.

Honda DBL Bali: Pelatih Adu Cerdas Strategi di Kampung Halaman

Honda Developmental Basketball League (DBL) 2017 Bali Series ternyata menjadi ajang adu cerdas strategi untuk para pelatih. kini ada dua sosok yakni Triadnjana Lokatanaya dan IGN Rusta Wijaya Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), Triadnjana sosok yang tak asing lagi di pentas basket nasional. Ia adalah mantan pemain senior di Aspac Jakarta, serta mantan pemain BSC Jakarta. Triadnjana jadi angkatan pertama pebasket Bali yang pindah klub profesional. Dell Aspac Jakarta sendiri itu tim pertamanya dan terlama dari era Kobatama hingga IBL. Dari tahun 1989 sampai tahun 2004  mantan pemain nasional itu berada di Aspac. Tak hanya itu pengalamannya,  Dia  sempat memperkuat Timnas Basket Putra Indonesia dari medio 1989 hingga 2001. Saat Ia aktif sebagai pebasket profesional, memiliki compatriot dari Bali seperti I Made Sudiadnyana alias Lolik hingga terus berlanjut ke Cokorda bersaudara (Cokorda Raka Satria Wibawa dan Cokorda Rai Adi Pramartha, Red). Setelah masa-masa itu, Adnyana pun langsung berlanjut ke Rusta (IGN Rusta Wijaya, Red). Pebasket asal Tabanan itu pensiun saat di Mitra Kalila atau sekarang menjadi Pelita Jaya. Usai pensiun, Adnyana tidak langsung pergi dari dunia basket. Dia masih setia menetap menjadi pelatih di Stadium Jakarta. Pernah juga menjadi Asisten Pelatih Timnas basket Putri Indonesia tahun 2013 untuk Islamic Solidarity Games (ISG). Saat itu dia berhasil membawa Indonesia meraih medali emas. di tahun lalu, ia memantapkan diri untuk pindah ke Bali. tawaran pun datang dari tim SMA. Santo Yoseph, SMA Adnyana berlabuh. Disana dia tidak ingin dianggap sebagai pelatih kepala.  “Saya hanya bantu-bantu saja. Anak-anak yang minta saya bantu. Akhirnya saya bantu. Hitung-hitung untuk pembinaan juga,” ucapnya. Menurut Adnyana semangat anak asuhnya  tersebut sangatlah bagus. Sedangkan di sisi lain, seperti lansiran dblindonesia.com, IGN Rusta Wijaya adalah pelatih Tim Basket Putra SMAN 1 Denpasar.  Rusta dan Adnyana pernah beradu playoff. Rusta dikatakan generasi berbeda dari Adnyana. Dia baru terjun ke dunia basket profesional saat tahun 2002. “Setelah saya bawa Bali dapat perunggu PON 2000, banyak pemain yang diincar klub profesional. Awalnya saya ditawari ke Aspac. Tetapi saya masih belum siap karena masih muda akhirnya saja tidak jadi ambil tawaran itu. padahal sempat saya sudah di Jakarta,” jelasnya dari lansiran dblindonesia. Setelah itu, dia merubah jalannya. Tawaran dari Pelita Jaya pun ia ambil dan menjadi klub yang pertama-terakhir bagi Rusta. Diakhir, Rusta juga memutuskan balik ke Bali dan membentuk akademi basket bersama kompatriotnya saat PON 2000, dengan nama Elite Academy. Tawaran untuk melatih tim basket SMA tentu ada. Berkat didikannya, Smanela berhasil menjadi juara ketiga saat Porseni pada tahun 2014. Setelah itu Dia melanjutkan melatih Smansa.

Honda DBL 2017: SMAN 4 Kupang Siap Bersaing

Tim basket putra maupun putri SMAN 4 Kupang menyatakan kesiapan dalam bersaing di Honda DBL tahun ini. Menurut yang dilansir dari Dblindonesia.com (12/09/2017), Aprili Lay perwakilan dari Kapten Putri maupun Roland Elkana Linggi selaku kapten tim putra, menyatakan kesiapan mereka untuk bersaing dengan tim basket sekolah lain. Tim basket SMAN 4 jelas Aprili, telah berlatih rutin tiga kali seminggu dan siap tampil di Honda DBL. Begitupun Roland, Dia mengatakan tim putra sudah berlatih maksimal dan tim optimis bisa bersaing dengan tim lain menjadi yang terbaik. Dalam roadshow perkenalan, yang paling ditunggu yaitu atraksi tim Dance SMAN 4 Kupang. Tim Dance itu sendiri juga menunjukkan kesiapan mereka dalam bersaing dengan tim Dance sekolah lain dalam UBS Gold Dance Competition tahun ini.

Aquino Lolos dalam Pertandingan Dramatis Dalam DBL Indonesia

Pertandingan DBL Indonesia antara SMA Aquino Amurang melawan SLA Advent Tompaso berlangsung dramatis. Seperti yang dilansir dari dblindonesia.com (12/09/2017), Waraney Langkun, dkk dalam tim Aquino Amurang, sempat direpotkan dengan beberapa kali pick and roll dari skuad Tompaso. Beruntung dengan konsentrasi penuh tim Aquino bisa mempertahankan pertahanannya. Pertandingan putri ini saling kejar mengejar poin sejak kuarter awal. Aquino sempat leading di kuarter dua dengan perolehan 11-6 oleh tim asuhan Robert Sagay. Kuarter ketiga, berakhir dengan skor 15-11 untuk keunggulan Smanix. Di kuarter terakhir, memasuki dua menit akhir, Smanix unggul tipis 15-14 dengan Aquino. Hingga akhirnya bisa membalikkan keadaan saat waktu tersisa satu menit. Dengan perolehan 21-16 untuk Aquino. Hingga titik akhir Aquino, yaitu skor berubah 23-22 dari tembakan bebas. Menurut lansiran dari DBL Indonesia, pelatih Smanix Robert Sagay mengakui keunggulan tim lawan. Dalam pertandingan tadi bisa merasakan bagaimana tim asuhannya leading maupun tertinggal. Menurutnya, anak-anak juga sudah bermain sangat baik, namun ternyata masih ada yang lebih baik dari tim Smanix. Sedangkan menurut pelatih Aquino Amurang Stenly Makawimbang, menjelaskan “Pertandingan yang menegangkan dan terlihat anak-anak sempat grogi. Tentu dari bench terus menginstruksikan agar tetap tenang. Bersyukur mereka mampu menerapkannya dalam permainan dan memperoleh poin penentu kemenangan saat over time,” terang pelatih

Final Party DBL North Sumatera Series: Methodist 2 dan Sutomo 1 Berpesta

Final party Honda Developmental Basketball League (DBL) North Sumatera Series, diakhiri dengan perolehan gelar juara dari tim basket putra SMA Methodist 2 Medan dan tim putri SMA Sutomo 1 Medan. Pertandingan tersebut memberikan kesan dramatis di tim putra maupun putri. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Diawali laga final putri Sutomo 1 lawan Wahidin, ribuan penonton memadati GOR tersebut. Aksi mereka merupakan final terketat sepanjang sejarah putri di Medan. Sutomo 1 akhirnya meraih gelar juara dengan kemenangan hanya satu bola lewat skor 51-49 dari sang juara bertahan. Sutomo 1 pun meraih gelar ketiganya  setelah 2011 dan 2015. Kuarter pertama, guard Wahidin, Pebriyanti tak mendapat ruang gerak dan  beberapa kali bolanya mampu dicuri pemain lawan. Sedangkan center, Laeticia akhirnya memecah kebuntuan lewat lay  upnya. Setelah enam menit, Yanti baru berhasil mencetak  skor pertamanya dan menyamakan skor 7-7. Tapi Cindy, Wydeline, dan Andrea dkk membuat Sutomo 1 kembali menjauh 17-8 di kuarter pertama. Di kuarter kedua Wahidin merajut ketertinggalan sembilan poin. Perlahan mereka mulai mengejar. Lemparan tiga angka tak ada guna mengejar ketertinggalan. Sutomo 1 masih unggul 25-18. Kuarter ketiga menjadi show Pebriyanti. Aksinya  memangkas jarak menjadi lima poin (20-25). Wahidin percaya bisa melampaui Sutomo 1. Lay up Yanti dan Laeticia membuat  skor imbang 33-33 di akhir kuarter ketiga. Terakhir, di kuarter penentu pun semakin mendebarkan. Kedua tim  saling kejar angka. saat sedang membara, sayang Wahidin harus  kehilangan tiga pemain terhebat, Selvie, Laeticia dan Fenny karena foul out. Kondisi ini pun dimanfaatkan Sutomo 1. unggul 49-48 lewat Wydeline. Dibalas kembali, satu lemparan bebas Dhevy yang masuk menyamakan skor Wahidin menjadi 49-49. Namun di sisa 15 detik, Andrea melakukan lay up penentu dan akhirnya sang juara bertahan harus kalah. Air mata mengakhiri pertandingan dramatis itu. Tangis haru langsung pecah, para pemain Sutomo 1 saling berpelukan. Di kubu Wahidin, air mata juga mengakhiri perjuangan menegangkan mereka sore itu dalam mempertahankan gelar. Sukses Sutomo 1 kian lengkap karena Wydeline, sang kapten meraih gelar Most Valuable Player (MVP) putri. Sementara itu tim basket putra Methodist 2 Medan akhirnya mendapat gelar juara Honda DBL pertama kali. Methodist 2 memenangkan pertarungan ketat kontra Wahidin dengan kemenangan tipis 60-59. “Akhirnya lega. Kutukan itu berakhir juga. Lima kali jadi runner up,  akhirnya kami juara,” kata Coach Methodist 2, Jenny Irawan menurut yang lansiran dblindonesia.com.

DBL Final LOOP 3×3 Competition: WR Supratman dan Wahidin A Sabet Gelar Juara

LOOP 3×3 Competition akhirnya tuntaskan partai finalnya di GOR Samudera Sport Club, Sabtu (26/8) kemarin. Gelar juara disabet oleh tim putra SMA WR Supratman 1 dan tim putri Wahidin A. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Final LOOP 3×3 tersebut cukup dramatis di kategori putra. SMA WR Supratman 1 harus menumbangkan Wahidin lewat overtime, dengan kemenangan 9-8. Sukses WR Supratman kian lengkap karena pemainnya Kelvin juga terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) LOOP 3×3 Competition. Kelvin pun berhak mengikuti LOOP 3×3 National Champion. Sementara di final putri, Wahidin A masih terlalu hebat bagi SMAN 15 (B). Tri Rahmayani dkk dari tim Wahidin A akhirnya menang dengan skor 7-3. Sama halnya dengan Kelvin, Tri Rahmayani juga berhasil menjadi MVP putri dan juga lolos ke LOOP 3×3 National Camp.