Kejuaraan Nasional Panahan Untuk Pembibitan Atlet Muda

Open Tournament Kejuaraan Nasional Panahan Piala Panglima TNI 2024, yang dihelat di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, selama tiga hari pada 1 hingga 3 November 2024, berlangsung semarak. Kejuaraan dalam rangka memperingati HUT ke-79 TNI ini berhasil menyedot perhatian peserta dari berbagai daerah, yakni diikuti oleh sebanyak 240 atlet. Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul mengatakan, kejuaraan ini untuk memajukan cabang olahraga panahan, sekaligus memperkuat pembinaan atlet di usia muda. “Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT TNI yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bentuk kontribusi TNI dalam mendukung pengembangan olahraga, terutama panahan,” ujarnya. Menurut Anggara, kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh para kadet dan atlet junior sebagai bagian dari pembinaan, tetapi juga oleh masyarakat umum, yang menunjukkan keseriusan TNI mengawal dan memajukan olahraga nasional. Turnamen ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Barebow 5 meter untuk usia di bawah 11 tahun dengan 109 peserta, Barebow 50 meter kategori umum yang diikuti 90 orang, dan Recurve 70 meter kategori umum dengan 41 peserta. Seluruh peserta berasal dari klub panahan di Kalimantan Timur, serta kontingen dari Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi, yang menunjukkan kekompakan antara masyarakat sipil dan anggota TNI/Polri dalam mendukung olahraga panahan. Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) salut terhadap Open Tournament Kejuaraan Nasional Panahan Piala Panglima TNI 2024 yang digelar di Kaltim, karena hal ini selain untuk memacu semangat juga sekaligus untuk pembibitan atlet muda. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mendukung terselenggaranya turnamen ini, karena sebagai sarana pembibitan bagi atlet muda untuk peningkatan prestasi ke depan. “Kejuaraan seperti ini penting untuk memupuk minat olahraga di kalangan anak-anak sejak dini. Apalagi Kalimantan Timur dikenal memiliki atlet panahan berprestasi di berbagai ajang nasional,” kata Rasman. Ia berharap, semakin banyak kejuaraan olahraga yang diinisiasi oleh pemerintah maupun pihak lain demi mendorong pertumbuhan atlet potensial dan menjadikan panahan sebagai olahraga unggulan di Kaltim. Sumber: ANTARA

PON XXI: Arif Dwi Pangestu Bangga Bawa Tim Panahan DIY Raih Emas

Atlet panahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arif Dwi Pangestu, mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil membawa timnya meraih medali emas pada nomor recurve beregu putra di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Bersama dua rekan setimnya, Hendra Purnama dan Lisnawanto Putra Aditya, tim panahan DIY tampil gemilang di laga final melawan tim Jawa Barat. Mereka memenangkan pertandingan dengan skor akhir 6-2 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu (15/9). Setelah pertandingan, Arif menyatakan kebahagiaannya. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Medali emas ini sangat spesial karena terakhir kali kami meraih emas pada tahun 2012,” ungkapnya. “Pada PON 2020, kami hanya berhasil meraih medali perunggu. Namun, alhamdulillah, kali ini kami berhasil mencapai target medali emas,” tambahnya. Arif juga menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung cukup ketat. “Pertandingan tadi berjalan cukup imbang, tetapi karena kami saling mendukung satu sama lain, akhirnya kami bisa meraih kemenangan. Semangat kebersamaan dan saling mendukung ini adalah kunci keberhasilan kami,” ujarnya. Lebih lanjut, Arif menyoroti perkembangan cabang olahraga panahan di Indonesia. Menurutnya, saat ini kompetisi panahan sudah semakin merata, dengan banyak daerah memiliki atlet-atlet berkualitas, yang membuat persaingan semakin ketat. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya. Ke depan, Arif berharap olahraga panahan Indonesia dapat kembali berpartisipasi di Olimpiade Los Angeles 2028. “Kami akan terus berusaha meningkatkan kemampuan kami agar bisa bersaing di kancah internasional, termasuk Olimpiade,” tutupnya.

MilkLife Archery Challenge 2024: Bibit-Bibit Atlet Panahan Potensial Lahir di Kudus

Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah menjadi saksi lahirnya bibit – bibit atlet panahan potensial yang diharapkan kelak mampu menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Melalui kejuaraan MilkLife Archery Challenge 2024 yang digelar selama empat hari mulai dari Kamis (22/8) hingga Minggu (25/8), tak kurang dari 357 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) beradu kemampuan melepaskan anak panah. Pada partai final turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus yang diadakan Minggu (25/8), berbagai keseruan tersaji di arena pertandingan. Para peserta yang terbagi dalam tiga nomor yang dipertandingkan yakni PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional (Standar Bow) KU 12 baik putra dan putri meningkatkan daya juang, konsentrasi dan mental demi meraih podium tertinggi. Di nomor pertandingan PVC KU 10 Putra, Rhymonda Felix Alviero dari SDIT Al-Ikhlas Tlogowungu Pati sukses menjadi jawara usai mengalahkan Yudhistira Putra W dari SDIT Umar Bin Khathab Juwana Pati dengan set point 6-0 (84-76). Sedangkan di sektor putri, hasil mentereng ditorehkan oleh Arista Adinda Zahrani dari SDN Tondokerto Pati yang membukukan set point 6-0 (81-65) atas lawannya Annisa Farzana Afia dari MI NU Banat Kudus dan berhak merebut titel kampiun. Beralih ke kategori PVC KU 12, di nomor putra, Muhammad Zahfa Rafi Arrosyid dari SDIT Umar Bin Khathab Kudus berhasil mengandaskan Muhammad Fahri dari SD 1 Bae Kudus dengan set point 7-1 (107-102). Sedangkan pada sektor putri, Ayudya Zaqiya dari MI NU Banat Kudus tersenyum lebar setelah memastikan diri menjadi juara dengan set point 7-3 (132-128) atas Fia Anatasya dari SD 1 Burikan Kudus. Atmosfer perebutan gelar juara yang lebih kompetitif terjadi di kategori Nasional (Standar Bow) KU 12. Di nomor putri, dominasi Shakila Queena Elrakha dari SDUT Bumi Kartini Jepara atas lawannya Cahaya Niva Sridewi dari SD Muhammadiyah 1 Wonogiri tak terbendung dengan mencetak set point 6-0 (87-73). Adapun di sektor putra, Chalief Danesh Barana Setya dari SDN Geritan Pati berhasil mengalahkan perlawanan Muhammad Kenzie Bushido dari SDIT Al Huda Wonogiri dengan perolehan set point 6-2 (115-111). “Saya senang banget bisa juara satu di kejuaraan ini. Pas final tadi, tantangannya memang dari kondisi lapangan yang tiba-tiba angin kencang. Lalu lawan saya juga nggak mudah, saya sudah ketemu dia dua kali di kompetisi sebelumnya. Jadi persiapannya harus lebih matang sebelum tanding. Semoga dari sini saya bisa menang terus,” bilang Shakila sambil menggenggam erat piala yang ia peroleh. Tak hanya aduan perorangan, MilkLife Archery Challenge 2024 sekaligus mempertandingkan format beregu yang membela nama sekolah. SD 1 Burikan Kudus menjadi juara beregu di kategori PVC KU-10 Putra dan PVC KU-10 Putri, SDIT Umar Bin Khathab Kudus (PVC KU-12 Putra, PVC KU-12 Putri dan Nasional KU-12 Putri), serta SDIT Al Huda Wonogiri (Nasional KU-12 Putra). Hasil ini membawa SDIT Umar Bin Khathab Kudus sukses meraih gelar Juara Umum kategori Nasional Ku-12. Legenda Panahan Indonesia, Lilies Handayani, bangga dengan torehan prestasi yang dicapai peserta dalam MilkLife Archery Challenge 2024 ini. Ratusan pelajar yang ambil bagian dalam turnamen tersebut merupakan angin segar untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga panahan Indonesia di panggung dunia pada masa mendatang. “Saya optimistis, dari ratusan peserta ini pasti ada yang bisa jadi atlet profesional dan menembus Pelatnas sehingga bisa membela Indonesia di kejuaraan level dunia. Saya akan sangat Ikhlas dan bersyukur bila ada yang bisa melewati prestasi saya di Olimpiade, 36 tahun yang lalu,” ujar Lilies yang merupakan salah satu anggota 3 Srikandi (peraih medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge 2024 bertujuan guna menumbuhkan kecintaan masyarakat Kudus dan sekitarnya terhadap cabang olahraga panahan, khususnya di level pelajar. Yoppy mengapresiasi tingginya antuasiasme peserta pada gelaran perdana turnamen panahan ini. “Setelah memasyarakatkan sepak bola putri dan atletik, kini kami mengajak seluruh warga Kudus dan sekitarnya untuk mengenal lebih dalam cabang olahraga panahan. Karena kami melihat olahraga ini memiliki potensi untuk mendulang prestasi di level dunia. Meski baru pertama kali, kami bersyukur antusiasme dari guru maupun peserta cukup baik dan melebihi ekspektasi. Semoga ini menjadi angin segar yang bisa dikembangkan ke depannya baik dari sisi pembibitan atlet maupun peningkatan prestasi,” ujar Yoppy. Ia melanjutkan, di level provinsi, prestasi panahan di Kudus dan sekitarnya masih berada di bawah Solo dan Semarang. Untuk itu, Yoppy berharap dengan digelarnya MilkLife Archery Challenge akan muncul bibit-bibit potensial yang bisa membawa Kota Kudus menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi, tak hanya di level Jawa Tengah namun juga di tingkat nasional. “Target utama kami, Kudus bisa memiliki regenerasi pemanah handal. Kami menyiapkan kaderisasi pemanah Kudus secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga bisa menembus tiga besar di provinsi, lalu lanjut ke tingkat nasional. Karena Solo dan Semarang sudah berpuluh-puluh tahun berada di tiga besar tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya. Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak menuturkan, dukungan Djarum Foundation dan MilkLife dengan menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge menjadi dorongan semangat bagi para pemangku kepentingan di cabang olahraga panahan untuk meningkatkan prestasi. Ia optimistis, kegiatan memasyarakatkan olahraga panahan akan berdampak positif terhadap lahirnya atlet-atlet yang kelak membela Indonesia. “Selama ini, Jawa Tengah merupakan barometer bagi olahraga panahan. Itu terlihat di tahun lalu jumlah atlet yang menghuni Pelatnas, ada enam dari Jateng. Kami berharap, dengan dukungan dari Djarum Foundation dan MilkLife, akan semakin banyak suplai atlet dari Jateng ke Pelatnas semakin meningkat yang akan mendorong prestasi cabang olahraga ini di level dunia. Untuk itu, kami meminta kepada penyelenggara agar kegiatan ini rutin diadakan,” ujar Abdul Razak. Gayung bersambut, Direktur Marketing Global Dairi Alami sebagai produsen susu MilkLife, Soegiono, mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge sejalan dengan visi mereka yakni menyehatkan anak Indonesia. Ia berharap dengan rutin menjalani berbagai kegiatan olahraga dan didukung oleh asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang seperti MilkLife, akan melahirkan generasi penerus berprestasi. “Dalam upaya menyehatkan anak-anak Indonesia melalui produk susu berkualitas, kami berkomitmen bergandeng tangan bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggelar turnamen-turnamen yang positif bagi tumbuh kembang anak. Tak hanya menciptakan kesenangan tapi juga menyehatkan generasi masa depan serta melahirkan calon atlet kebanggaan Tanah Air, termasuk juga di cabang olahraga panahan yang mengawali prestasi … Read more

Jawa Tengah Juara Umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior

Jawa Tengah Juara Umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior

Kontingen Jawa Tengah tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2022, dengan 26 emas 16 perak dan 21 perunggu. Sementara posisi kedua ditempati DKI Jakarta, dengan mengumpulkan 12 emas 12 perak dan 6 perunggu, menyusul posisi III tuan rumah DIY, dengan 8 emas 7 perak dan 4 perunggu. Kejurnas berlangsung sejak 16 Oktober lalu di Lapangan Yonif Mekanis 403/WP Kentungan Yogyakarta dan diikuti 598 peserta dan 150 official dari 28 provinsi yang terdaftar di PB Perpani. Secara resmi Kejurnas Panahan Junior ditutup hari ini (Senin 24/10) ditutup oleh Ketua panitia sekaligus Ketua Umum Pengda Perpani DIY, BPH Kusuma Bimantoro. “Alhamdulillah kejuaraan ini telah terlaksana dengan baik, berkat dukungan dari berbagai pihak. Kami selaku panitia mohon maaf bila selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan,” kata Mas Suryo, sapaan Kusuma Bimantoro. Ia berharap, Kejuaraan Nasional Junior ini menjadi agenda rutin dan sebagai wadah untuk kompetisi para atlet panahan muda menuju jenjang internasional. Sementara Sekum Perpani DIY, KMT A. Tirtodiprojo, mensyukuri karena tim DIY mampu melampai target 7 emas. “Kita bersyukur, karena atlet kita tetap semangat hingga akhir lomba,” kata pria yang akrab disapa Joko itu. Kabid Binpres Pengda Perpani DIY, Danang Dwi Asmoro menuturkan banyak pengurus Pengda Perpani dari daerah lain memuji penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Junior di Yogyakarta ini. “Banyak yang mengatakan sukses penyelenggaraan kejurnas ini,” ujarnya.

Raih Perunggu Di Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, Indonesia Sejajar China

Xiamen- Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan 2018 di Shanghai, China, berhasil meraih medali perunggu, lewat duet Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata. Keduanya menyabet medali perunggu di nomor recurve beregu campuran, dari rilis Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Xiamen, China pada Senin (30/4). Diananda dan Ega berhasil mengalahkan ganda campuran Amerika Serikat, Brady Ellison dan Khatuna Lorig, dengan skor 6-0. Sebelum menggondol perunggu, Diananda-Ega menyudahi perlawanan dua pasangan campuran lainnya dari Italia dan Prancis, masing-masing dengan skor 5-1 dan 6-2. Namun, langkah Diananda-Ega terhenti di babak semifinal pasca ditaklukkan tim terkuat dunia, Korea Selatan. Pada kejuaraan dunia ini, Indonesia mengirimkan 14 atlet panahan yang selama ini juga dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Satu medali perunggu yang diraih atlet Indonesia ini cukup membanggakan karena kejuaraan dunia ini diikuti 300 atlet dari 46 negara,” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai, Siti Nugraheni Mauludiah. Korea Selatan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan tersebut dengan meraih tiga medali emas dan dua perak. Sementara tuan rumah China, hanya meraih satu medali perunggu, sama dengan prestasi yang dicatat oleh Indonesia dalam Shanghai 2018 Archery World Cup itu. (Adt)

Kiblat Kekuatan Panahan di Korsel, Riau Ega : Medali Realistis, Emas AG 2018 Optimis

Pemanah putra nasional asal Jawa Timur, Riau Ega Agatha, yang akan tampil di ajang Asian Games 2018 nanti. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pemanah putra nasional Riau Ega Agatha, mengatakan kekuatan cabang olahraga panahan saat ini berada di Asia. Ia mengaku tak terbebani meraih medali emas di ajang Asian Games 2018, pada Agustus-September mendatang. “Kalau mau dibilang beban, ya bukan beban. Tugas atlet itu mencari medali. Pelatih hanya mendampingi untuk memberikan yang terbaik,” ujar Riau di Lapangan Panahan, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4). “Kalau untuk atlet, dapat medali itu realistis. Tapi, kalau untuk emas, ya harus optimis. Jadi apapun kejuaraannya, medali itu suatu yang realistis bagi atlet,” lanjut pria kelahiran Blitar, 25 November 1991. Terkait persaingan, ia mengungkapkan untuk cabang panahan di Asia terdapat juara dunia, serta pelatih terbaik. Sehingga, ia menganggap hal itu sebagai keuntungan baginya. “Karena Indonesia berada diwilayah Asia, jadi semuanya punya kesempatan yang sama, cuma saat Asian Games, ya harus fokus melawan kemampuan mereka,” terang pemanah yang pernah mengalahkan juara dunia asal Korea Selatan, Woo-Jin, di ajang Olimpiadi 2016 Rio de Janeiro, Brazil itu. Namun, guna mewujudkan medali emas, ia akan tetap mewaspadai pemanah-pemanah negri ginseng, Korea Selatan. “Kiblatnya kekuatan panahan itu di Korea Selatan, dari dulu. Jadi disana gudangnya atlet-atlet berprestasi. Para pelatih terbaik dunia, ya juga dari sana,” cetus jebolan PPLP Panahan Jatim ini. Ia mengaku jika untuk kemampuan tekhik hamper semua negara Asia merata. Bahkan masing-masing atlet punya kemampuan berkembang yang baik. “Mungkin, kendala kami itu kurang kuat mental bertandingnya. Korea Selatan itu, selama setahun penuh, rutin mengikuti kejuaraan, sementara atlet Indonesia sangat kurang,” tutupnya. (Adt)

Inspirasi Olahraga Panahan dari Atlet Cilik

Achmad Firdaus Assabil adalah atlet cilik panahan asal Surabaya. Ia tidak hanya terkenal karena banyak prestasi di usia yang masih muda, tapi juga berkesempatan memanah bersama Presiden, Joko Widodo. Awal Mula Ketertarikan Dunia Memanah Seperti yang dilansir dari Tempo.co, awal mula Assabil tertarik dunia memanah, saat Ia menonton Film “The Message” dan melihat prestasi atlet Panahan Indonesia di Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Sejak saat itulah Ia mulai mencoba cabang olahraga panahan. Prestasi yang Diraih di Usia Muda Prestasi yang telah diraih Assabil yaitu Juara 1 Surabaya Eksebition Program 2016, dan runner-up  Bogor Open 2017. Pada kesempatan lomba di Bogor itulah, Ia berhasil memanah bersama Presiden Jokowi. Ada juga banyak prestasi lainnya, seperti juara 2 di Surabaya Internasional junior Champhionship Tahun 2017, Juara 1 Piala Walikota Kediri Tahun 2017, dan juara 2 di Surabaya Eksebition Stage 2. Terakhir Ia mendapatkan 2 medali perak dan 1 perunggu pada Pekan Olahraga SD/MI se- Jawa Timur di Lumajang. Tak hanya berprestasi dibidang atletik, ternyata putra Achmad Basjori dan Retno Mardiningsih ini berprestasi juga di bidang akademik, antara lain pernah juara Harapan Olimpiade Science Tahun 2017, juara 3 Lomba Pidato Se-Surabaya, Juara lomba Tahfidz dan cerdas cermat tentang agama, Juara Pildacil (Pemilihan Dai Cilik Se- kecamatan Gayungan), dan Juara 2 Show and Tell yang diselengarakan Lembaga Indonesia Amerika. Kunci dari kesuksesan Assabil adalah fokus. “Jika di sekolah tidak boleh mikir panahan, sebaliknya waktu latihan gak usah mikir sekolah,” katanya yang dilansir dari tempo.co Assabil bisa membagi waktunya antara prestasi bidang akademik dan dunia panahan adalah dengan Pelatih Panahan, Huda Sarbiantoro, memberikan porsi latihan di rumah. Berhubung waktu berlatih di lapangan yang terbatas, menyebabkan ia harus berlatih juga di rumah. Sedangkan untuk waktu latihan di lapangan panahan KONI Jatim hanya 2 kali seminggu. Tentang Panahan Dikatakan Assabil olahraga panahan ini dapat melatih mental para atlet. Berdasarkan pengalamannya, atlet banyak yang berpikir untuk menang dan meraih hadiah di pertandingan. Padahal, hal tersebut malah bisa memecah konsentrasi dalam memanah. Cabang olahraga panahan ini butuh konsentrasi dan fokus. Tidak boleh berpikir tentang hadiah dari kemenangan tersebut, melainkan harus tetap fokus untuk kebanggaan dan kesuksesan tim. Diakui sang pelatih bahwa Assabil merupakan atlet yang memiliki fisik dan mental bertanding yang bagus. Assabil pasti bisa menjadi atlet panahan andalan jika ia terus tekun berlatih.

Manfaat Kesehatan Yang Didapat Saat Berolahraga Panahan

Olahraga panahan di pandang sebagai olahraga statis oleh sebagian orang, namun nyatanya atlet pemanah atau pemanah kompetitif benar-benar membutuhkan sejumlah besar kekuatan, ketahanan, dan fokus untuk optimal saat pertandingan berlangsung. Jika Anda tidak mengenal dengan olahraga ini, maka Anda akan terkejut untuk mengetahui ada banyak manfaat kesehatan yang ditimbulkan. Selain bermanfaat bagi tubuh, panahan juga dapat meningkatkan kesehatan mental Anda. Yuk langsung kita liat apa sih manfaat olahraga panahan dibawah ini. 10 manfaat berolahraga panahan Berikut adalah 10 manfaat dalam berolahraga panahan, yaitu: Meningkatkan kangkasan tangan dan mata, serta keseimbangan. Meningkatkan fleksibilitas tangan dan jari. Membangun kekuatan tubuh. Meningkatkan kesabaran. Meningkatkan fokus. Membangun kepercayaan diri. Merupakan olahraga sosial. Merupakan bentuk latihan kebugaran. Merelaksasi tubuh. Merupakan olahraga yang dapat dimainkan semua orang. Lima hal yang dibutuhkan dalam olahraga panahan Dalam olahraga panahan ada hal-hal yang harus di perhatikan saat melakukannya, Berikut adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh olahraga panahan, sehingga memberikan manfaat-manfaat yang ada di atas, yaitu: 1. Kekuatan tubuh bagian atas Menarik busur memberikan tekanan pada kedua otot tangan, serta otot dada, bahu, dan punggung. Sama dengan mengangkat beban, tekanan ini biasanya ditahan selama beberapa detik sebelum pemanah melepaskan string untuk melontarkan panah. Dengan terus melakukannya, tekanan saat menarik dan melepaskan busur dapat meningkatkan perkembangan otot di area otot utama tubuh bagian atas. Tingkat perkembangan tergantung kepada jumlah waktu yang dihabiskan untuk berlatih dan bertanding. 2. Keseimbangan Keseimbangan penting untuk keberhasilan pada saat memanah, contohnya Anda harus bisa menahan tubuh untuk membidik dan melepaskan busur. Berlatih memanah dapat membantu Anda untuk memberikan kontrol atas keseimbangan Anda ketika memfokuskan diri untuk membidik target. Semakin banyak Anda berlatih, semakin otot inti Anda terbiasa untuk menyeimbangkan tubuh dan menjaga Anda tetap stabil saat membidik dan melepaskan panah. 3. Koordinasi Koordinasi tangan dan mata merupakan keperluan penting untuk memanah. Olahraga panahan dapat melatih tangan Anda untuk bekerja sama saat melakukan tugas yang berbeda, seperti membidik dan melepaskan panah sesuai dengan pengamatan mata. Semakin sering Anda berlatih, maka akan semakin baik koordinasi Anda. Meningkatkan koordinasi ini akan menghasilkan pembidikan yang lebih akurat dan juga dapat membantu Anda dalam olahraga lainnya. 4. Berjalan Selama pertandingan, pemanah dapat berjalan sejauh 8 km dan bergerak dari sisi ke sisi saat melakukan tugas memanah. Meskipun banyak aktivitas berjalan dalam selang waktu yang pendek, namun efek kumulatif dari berjalan di seluruh pertandingan dapat meningkatkan kesehatan jantung, otot, dan kekuatan kaki. Anda akan mendapatkan beberapa manfaat bahkan selama latihan, karena Anda akan banyak menghabiskan waktu berjalan untuk mengambil kembali panah yang telah dilepaskan. 5. Fokus Fokus adalah hal yang paling penting untuk mendapatkan kesuksesan sebagai seorang pemanah. Selain itu, mengembangkan fokus juga dapat memiliki dampak positif pada kesehatan mental dan kesejahteraan. Semakin Anda fokus terhadap target Anda, maka semakin mudah bagi Anda untuk menjernihkan pikiran, serta berhasil dalam latihan maupun kompetisi. Fokus dapat membantu Anda menipiskan kekhawatiran di luar panahan dan juga akan membantu Anda untuk lebih fokus pada tugas. Belajar tetap fokus dengan olahraga panahan pastinya juga akan mengatasi gangguan. Pertimbangan sebelum memulai bermain panahan Panahan adalah olahraga yang mengutamakan aktivitas fisik, namun banyak orang yang tidak berpartisipasi masih meremehkan olahraga memanah. Karena ini termasuk olahraga yang berat, maka ada baiknya untuk berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum memulai latihan, terutama apabila anda memiliki penyakit. Memakai alat pelindung sangat dibutuhkan, seperti pelindung lengan, jari dan dada dapat melindungi dari luka akibat terkena tali busur atau yang lainnya. Pelajari bentuk dan teknik panahan yang tepat dari pelatih yang berkualitas, untuk mengurangi kemungkinan cedera saat memanah. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tajam atau tiba-tiba di bahu, lengan, siku, dada, atau punggung, anda harus segera berhenti untuk mencegah cedera otot. (hs)

Nama Atlet Panahan Untuk Popnas telah Dikirim

Evaluasi atlet panahan untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017. Foto: TribunPekanbaru.com

Cabang Olahraga (Cabor) Panahan telah kirim 10 atletnya untuk tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 10-22 September 2017 mendatang di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Menurut lansiran TribunPekanbaru.com (20/07/2017), 10 atlet tersebut terdiri dari 5 putra dan 5 putri. Mereka merupakan hasil pemilihan dengan evaluasi yang dilakukan oleh Pelatih Panahan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau. “Sepuluh atlet itu dari hasil evaluasi dari yang telah kami lakukan, Minggu (9/7) lalu di Venue Panahan Komplek Universitas Islam Riau (UIR) Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru,” ujar Muslim sebagai pelatih PPLP Dispora Riau.

Layaknya Robin Hood, Bunda Naufal Optimis Raih Juara Olahraga Panahan Tingkat Internasional

Naufal sedang menembakkan panah saat mengikuti lomba panah

Naufal Apta Vijaya yang masih duduk di kelas 4 SDN PUSPITEK selalu semangat mengikuti latihan memanah. Menurut remaja laki-laki yang akrab di sapa Apta sudah tergabung dalam club Panahan POWER ARCHERY CLUB di bawah bimbingan couch Neng Siti Sakdiah. Apta juga Beberapa kali mengikuti perlombaan baik itu di Kota Tangerang Selatan sampai ke Luar Kota seperti Bandung, Jakarta dan Bekasi. Tak hanya itu, Apta juga pernah meraih juara 1 di pertandingan tingkat SD yang diadakan pada lomba panah PURSEN ARCHERY CHAMPION SHIP Kota Tangerang Selatan dan juara 3 beregu di pertandingan lomba panah ALIX CUP di Jakarta Selatan. Untuk dapat meraih prestasi yang lebih baik Apta mengatakan dirinya harus lebih banyak berlatih. untuk menjadi Atlit olahraga panahan yang bisa berprestasi. Apta putra nomor 3 dari 3 bersaudara Putra dari Jaya Selwan dan Isnaniar ini lahir di Jakarta 07-07-2007, ingin Seperti Kakak-kakaknya yang di Power Archeri Club yang sudah dapat Prestasi hingga ke luar Negeri. Sementara itu, Isnaniar yang menjadi Ibu dari Naufal Apta Vijaya mengatakan kepada NYSN, sangat mendukung  kegiatan olahraga panahan yang ditekuni oleh Apta. “Karena olah raga memanah ini sangat baik untuk melatih ketenangan, kesabaran dan fokus. Dan yang lebih penting lagi adalah sharingnya sesama teman. Mengajarkan sportifitas, saling mendukung  sesama teman. Walaupun perlengkapan memanah ini tergolong agak mahal tapi tidak menjadi masalah asalkan tidak mengganggu kegiatan Sekolah, menurut saya ini kegiatan positif yang dapat membawa nama baik orang tua, Sekolah bahkan Kota Tangerang Selatan dan selalu optimis memenangkan sampai tingkat internasional,”ujarnya. (ryo/adt)